Pendidikan Holistik Pesantren Berpotensi Jadi Model Peradaban Dunia

Ketua MPR Ahmad Muzani di kegiatan Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. Foto: Metro TV/Damar.

Pendidikan Holistik Pesantren Berpotensi Jadi Model Peradaban Dunia

Muhammad Adyatma Damardjati • 5 September 2026 16:07

Jakarta: Sistem pendidikan holistik yang diterapkan di pondok pesantren dinilai memiliki potensi besar sebagai model pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sistem pendidikan khas Indonesia tersebut diyakini mampu menjadi fondasi bagi peradaban dunia di masa depan.

"Pendidikan holistik yang ditawarkan dan yang sudah dikembangkan di pondok-pondok pesantren bisa menjadi sebuah model bagi pengembangan peradaban pada masa-masa yang akan datang. Ini adalah sebuah khas Indonesia yang bisa ditawarkan bagi peradaban dunia," ujar Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani dalam ajang Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.

Pendekatan pendidikan pesantren dinilai tidak hanya berfokus pada akademik. Melainkan secara utuh menitikberatkan pada pembentukan karakter. 

Muzani menegaskan bahwa sistem ini merupakan warisan para ulama dan pendahulu bangsa. Model tersebut terbukti sukses memadukan nilai keilmuan dengan keunikan tradisi lokal nusantara.

"Cara mendidiknya adalah khas Indonesia dan menyatukan diri dalam ke-Indonesiaan, menyatukan diri dalam tradisi, menyatukan diri dalam keunikan-keunikan yang ada di lokal-lokal itu. Ini adalah sebuah ikhtiar yang sangat penting yang harus kita dukung," ungkap Muzani.

Ilustrasi santri. Foto: Istimewa.

Guna menghadapi dinamika global yang terus berubah, Muzani berpesan kepada para santri untuk konsisten menguji keilmuan mereka. Para peserta didik di lingkungan pesantren didorong untuk terus memperkaya wawasan dan berani mengeksplorasi gagasan baru.

"Santri harus terus belajar, mendengar, membaca, bertanya dan teruslah berdiskusi karena itu adalah sebuah cara untuk menguji tentang kebenaran. Tantangan di dunia pondok pesantren juga berkembang sesuai dengan tuntutan zamannya, karena itu ikhtiar yang harus dilakukan adalah terus melakukan inovasi dan perbaikan diri," ujar Muzani.

(Anggi Tondi)