Bocah Tenggelam di Sungai Cianjur Ditemukan Tewas

Petugas gabungan melakukan pencarian tubuh korban tenggelam Fadki (5) Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat akhirnya berhasil ditemukan, Kamis, 30 Juli 2026. ANTARA/Ahmad Fikri.

Bocah Tenggelam di Sungai Cianjur Ditemukan Tewas

Silvana Febiari • 30 July 2026 19:35

Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama petugas gabungan menemukan jasad Fadki (5) warga Desa Sukasari, yang hilang tenggelam saat berenang di aliran sungai.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan korban hilang tenggelam saat berenang di sungai bersama teman-temannya. Korban diduga terpeleset saat melompat dari atas sungai hingga tidak terlihat setelah jatuh ke dasar.

"Teman korban yang melihat kejadian melaporkan hal tersebut ke sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi, selanjutnya melaporkan hal tersebut ke BPBD Cianjur melalui aparat desa setempat," katanya, dilansir dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026.
 


BPBD Cianjur langsung melakukan koordinasi dengan petugas gabungan yang terdiri atas Basarnas Cianjur, Damkar, PMI, dan relawan Cianjur guna melakukan pencarian.

Sekitar 25 petugas gabungan dibagi menjadi tiga kelompok untuk menyusuri aliran tengah dan pinggir sungai. Namun hingga dua jam pencarian, jasad korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian yang melibatkan warga sekitar dan pihak keluarga akhirnya membuahkan hasil. Petugas menemukan korban sekitar 500 meter dari lokasi awal dilaporkan hilang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.


Petugas gabungan melakukan pencarian tubuh korban tenggelam Fadki (5) Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat akhirnya berhasil ditemukan, Kamis, 30 Juli 2026. ANTARA/Ahmad Fikri.


Jasad korban sempat dibawa ke puskesmas setempat untuk menjalani visum. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan tidak jauh dari tempat tinggal orang tuanya.

"Selang dua jam pencarian jasad korban ditemukan dan sempat menjalani visum di puskesmas setempat, sebelum akhirnya jasad korban dibawa pulang guna dimakamkan," ungkapnya.

Pihaknya meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak untuk mengantisipasi kejadian serupa. Anak-anak diimbau bermain di bawah pengawasan dan tidak berenang di aliran sungai yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi deras.

"Pastikan anak dalam pengawasan saat bermain di lingkungan tempat tinggal, jangan sampai mereka bermain, apalagi berenang di sungai berarus deras dan dalam," ujarnya.

(Silvana Febiari)