Permintaan Ekspor Indonesia Tetap Kuat Meski Ekonomi Global Bergejolak

CEO Mark Dynamics Indonesia Ridwan Goh. Foto: dok MARK.

Permintaan Ekspor Indonesia Tetap Kuat Meski Ekonomi Global Bergejolak

Husen Miftahudin • 10 March 2026 10:48

Jakarta: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menyampaikan permintaan dari pelanggan global masih kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik internasional yang mendorong kehati-hatian pelaku industri. Ini tercermin dari kapasitas produksi perseroan untuk produk cetakan sarung tangan (hand former) telah terisi penuh hingga kuartal II-2026.

Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi perdagangan global dipengaruhi oleh volatilitas harga energi, penyesuaian rantai pasok, serta perubahan kebijakan perdagangan di berbagai negara. Namun demikian, kebutuhan terhadap produk yang terkait sektor kesehatan dan higienitas tetap menunjukkan ketahanan permintaan.

Sebagai pemasok komponen hulu dalam industri sarung tangan medis global, perseroan tetap menerima jadwal produksi dan pengiriman secara reguler dari pelanggan di berbagai kawasan, termasuk Amerika, Eropa, dan Asia.

"Permintaan dari pelanggan berjalan normal. Kami masih menerima jadwal pengiriman produksi secara reguler, sehingga kapasitas produksi untuk beberapa bulan ke depan sudah teralokasi," ungkap manajemen perseroan dalam keterangan resmi, Selasa, 10 Maret 2026.

Sebagai pemasok komponen hulu dalam rantai pasok industri sarung tangan medis, produk hand former merupakan bagian penting dalam proses produksi sarung tangan sekali pakai. Kebutuhan produk tersebut relatif stabil karena digunakan pada sektor kesehatan, manufaktur, serta industri berbasis higienitas.
 

Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Pramono Minta Perkuat Daya Tahan
 

Kirim ribuan unit produk sanitasi


Selain kinerja pada bisnis utama, anak usaha perseroan juga mulai melakukan pengiriman perdana produk sanitasi berupa toilet keramik ke pasar domestik dengan merek DYNA ke wilayah Pulau Jawa. Pengiriman tahap awal mencapai ribuan unit dan merupakan bagian dari pengembangan lini usaha baru perseroan.

Pengiriman tersebut menandai dimulainya komersialisasi produk anak usaha sekaligus diversifikasi sumber pendapatan perseroan di luar bisnis inti cetakan sarung tangan. Ke depan, anak usaha juga mulai mengembangkan produk toilet duduk (closet sitting) melalui pembelian peralatan produksi tambahan guna memperluas portofolio produk sanitasi.

"Pengiriman perdana produk sanitasi menjadi langkah awal diversifikasi usaha, sekaligus memanfaatkan kompetensi manufaktur keramik yang telah dimiliki perseroan selama ini," jelas CEO MARK Ridwan Goh.


(Produk sarung tangan medis produksi Mark Dynamics Indonesia. Foto: dok Mark Dynamics Indonesia)
 

Stabilitas permintaan di tengah ketidakpastian global


Di tengah dinamika pasar global, perseroan menilai kebutuhan produk sarung tangan dan turunannya tetap memiliki karakter defensif karena berkaitan dengan sektor kesehatan dan kebutuhan higienitas. Hal tersebut mendukung keberlangsungan permintaan terhadap produk hand former, dengan order book yang telah terisi hingga pertengahan tahun dan operasional pabrik berjalan stabil serta terencana.

"Profil bisnis yang menghasilkan arus kas relatif stabil juga memungkinkan perseroan menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional dan pengembalian kepada pemegang saham," papar Ridwan Goh.

Sejak pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, perseroan secara konsisten membagikan dividen kepada pemegang saham. Berdasarkan historis pembagian dividen hingga tahun buku 2024, total dividen yang telah didistribusikan mencapai sekitar Rp729,6 miliar.

Dengan tambahan pembagian dividen atas kinerja tahun buku 2025, nilai distribusi kepada pemegang saham menjadi lebih besar, sejalan dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) perseroan yang dalam beberapa tahun terakhir berada di atas 90 persen dari laba bersih.

"Kebijakan ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi investor sekaligus didukung oleh kemampuan menghasilkan arus kas operasional yang sehat," tegas Ridwan Goh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)