Stok Bapokting di Bandar Lampung Aman Jelang Idulfitri

Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf turun langsung memantau ketersediaan, harga, serta distribusi bahan pokok dan penting (bapokting) di Pasar Induk Gintung, Bandar Lampung. (Metrotvnews.com/Imam Setiawan)

Stok Bapokting di Bandar Lampung Aman Jelang Idulfitri

Imam Setiawan • 11 March 2026 21:16

Bandar Lampung: Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf turun langsung memantau ketersediaan, harga, serta distribusi bahan pokok dan penting (bapokting) di Pasar Induk Gintung, Bandar Lampung, pada sepuluh hari menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali menjelang meningkatnya permintaan saat Lebaran. Hasilnya menunjukkan stok bapokting masih mencukupi dan harga relatif stabil meskipun terdapat sedikit kenaikan pada beberapa komoditas.

"Kita melakukan pengecekan untuk memastikan ketersediaan bapokting. Alhamdulillah sampai siang ini hanya ada sedikit kenaikan. Rata-rata sekitar seribu rupiah untuk beberapa bahan pokok seperti minyak goreng, telur, cabai, bawang merah dan bawang putih. Tidak terlalu tinggi. Yang penting stok cukup dan harga masih cukup stabil," kata Helfi kepada awak media di Pasar Induk Gintung, Bandar Lampung, Rabu, 11 Maret 2026. 
 


Menurutnya, kondisi pasar tradisional di Lampung masih terkendali dan belum ada lonjakan harga signifikan menjelang Idulfitri. Untuk komoditas daging sapi, Helfi menjelaskan harganya naik sekitar Rp5 ribu per kilogram, tergantung jenis dan bagian daging. Daging sapi has dalam yang menjadi favorit dijual sekitar Rp140 ribu per kilogram.

Namun, permintaan daging sapi disebut belum mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan tren tahun sebelumnya, peningkatan biasanya terjadi sekitar satu minggu menjelang Lebaran, dan ketersediaannya masih didukung pasokan daging sapi beku.

Sementara itu, harga cabai keriting tercatat naik dari Rp25 ribu menjadi sekitar Rp36 ribu per kilogram. Kenaikan ini dinilai wajar karena masyarakat mulai mempersiapkan bumbu masakan khas Lebaran.

Untuk komoditas bawang putih, sebagian besar yang beredar di pasar merupakan produk impor dengan harga sekitar Rp30 ribu per kilogram. Bawang putih lokal, sebaliknya, relatif jarang tersedia di pasaran.

Pada komoditas beras, jenis SPHP kemasan 5 kilogram menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat. Di tingkat grosir, beras ini dijual maksimal Rp60 ribu per kemasan, naik dari harga Rp55 ribu yang ditetapkan Bulog Lampung.

Dalam kunjungannya, Kapolda Lampung juga berdialog langsung dengan sejumlah pedagang. Beberapa pedagang menyampaikan keluhan terkait turunnya daya beli masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya serta harga bahan pokok yang kerap berubah hampir setiap hari.


Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf turun langsung memantau ketersediaan, harga, serta distribusi bahan pokok dan penting (bapokting) di Pasar Induk Gintung, Bandar Lampung. (Metrotvnews.com/Imam Setiawan)


Menanggapi hal tersebut, Helfi menegaskan pihaknya telah memerintahkan seluruh Kapolres jajaran di Lampung untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi bapokting.

"Kami sudah perintahkan para Kapolres untuk memastikan stok cukup, harga stabil dan distribusi lancar menjelang Idul Fitri. Tidak boleh ada penimbunan. Semua gudang penyimpanan bapokting juga akan kita cek. Jika ada yang menimbun, pasti akan kita tindak," tegasnya.

Kapolda yang didampingi Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Heri Rusyaman juga menyinggung peredaran minyak goreng merek Minyakita yang sempat dikeluhkan masyarakat karena dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Menurut Helfi, hasil pengecekan Ditreskrimsus menunjukkan harga Minyakita di tingkat distributor masih berada di bawah standar yakni sekitar Rp14.500 per kilogram. Sementara HET yang tercantum pada kemasan sebesar Rp15.700 per kilogram.

Namun di tingkat pengecer atau reseller, minyak goreng tersebut dijual sekitar Rp17.500 hingga Rp18.000 per kilogram. "Yang penting di tingkat distributor harus sesuai aturan pemerintah. Itu yang terus kita awasi," ujarnya.

Di akhir kunjungannya, Kapolda Lampung membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai keluhan terkait harga, distribusi, maupun dugaan penimbunan bahan pokok melalui call center 110.

"Itu call center pengaduan masyarakat. Siapapun boleh melaporkan lewat situ dan nanti akan diteruskan ke satker atau polres terkait," kata Helfi.

Setelah melakukan pemantauan dan berdialog dengan para pedagang, Kapolda Lampung kemudian meninggalkan Pasar Induk Gintung. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)