Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi. Foto: Dok Antara
IHSG Turun, OJK Sebut Kombinasi Faktor Global dan Domestik
Ihfa Firdausya • 5 June 2026 21:35
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mengalami koreksi tajam belakangan ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan koreksi dan tekanan itu mencerminkan respons pasar yang telah memperhitungkan kombinasi dari berbagai faktor, baik yang bersumber dari domestik maupun juga dari global.
“Memang faktor tersebut di antaranya adalah penyesuaian portfolio atau rebalancing portfolio dari para investor yang terkait dengan proses rebalancing, akibat adanya keputusan dari pengumuman penghuni indeks dari para penyedia indeks global,” ujar Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Mei 2026 secara daring, Jumat, 5 Juni 2026.
Namun, lanjutnya, terdapat juga perkembangan berbagai indikator dan sentimen ekonomi, baik domestik maupun global yang juga turut mempengaruhi dan menjadi bagian yang diperhitungkan oleh para investor.
Oleh karena itu, OJK mengimbau dan mengingatkan para investor untuk terus dapat mengikuti dan mencermati berbagai dinamika pasar tentu secara objektif, proporsional, dan tetap rasional.
Hal tersebut dengan mengedepankan analisis yang memadai dan memanfaatkan berbagai informasi yang valid dan terkonfirmasi, termasuk keterbukaan informasi dan laporan-laporan keuangan dari para emiten yang menjadi tujuan investasi para investor.
“Ini penting agar dalam setiap pengambilan keputusan investasi dapat dilakukan sesuai dengan hasil analisis dimaksud di tengah-tengah kondisi pasar yang bervolatilitas tinggi maupun memiliki dinamika dan tekanan saat ini,” papar Hasan.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Kinerja pasar modal dan emiten cukup baik
Di tengah dinamika dan tekanan pasar tersebut, pihaknya menyampaikan bahwa secara fundamental, pasar modal Indonesia dan kinerja emiten secara umum tercatat masih menunjukkan angka-angka yang baik.“Ini tercermin antara lain dari tingkat nilai transaksi dan likuiditas pasar saham domestik yang masih tercatat tinggi. Selain itu berdasarkan laporan keuangan emiten terakhir yaitu untuk periode triwulan I di tahun 2026 ini, terlihat sebetulnya kinerja emiten-emiten kita secara umum secara agregat masih mencatatkan pertumbuhan yang positif,” ungkap Hasan.
“Dan mayoritas perusahaan tetap tercatat membukukan laba dengan pertumbuhan laba secara agregat lebih dari 21 persen jika dibandingkan periode yang sama yaitu triwulan I di tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Pada perdagangan hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, IHSG ditutup anjlok 245 poin atau 4,2 persen ke level 5.594,7, setelah sempat mengalami penguatan pada pembukaan perdagangan di level 5.846,491.