Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menggelar kegiatan Serap Aspirasi di Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan. (Dokumentasi/ Istimewa)
Legislator Ajak Warga Dukung Program Pemerintah dan Stabilitas BBM
Silvana Febiari • 2 May 2026 20:50
Pasuruan: Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menggelar kegiatan Serap Aspirasi dalam masa reses sidang parlemen untuk menemui konstituennya di Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan, Jumat, 1 Mei 2026. Legislator Partai Golkar itu mengadakan pertemuan di tiga lokasi untuk berdialog langsung dengan para pemilihnya.
Di setiap titik Serap Aspirasi itu, Misbakhun mengajak konstituennya mendukung penuh program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil rakyat asal Pasuruan tersebut menegaskan Presiden Prabowo bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang juga Ketua Umum Golkar berupaya keras menahan gejolak harga minyak dunia tidak membebani rakyat kecil di dalam negeri.
“Dalam situasi global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik internasional terhadap harga energi, negara hadir melalui kebijakan subsidi untuk melindungi masyarakat,” ujar Misbakhun di Pasuruan, dikutip Sabtu, 2 Mei 2026.
Baca Juga :
UMK Didorong Naik Kelas Melalui Pemanfaatan QRIS
Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menjelaskan saat ini salah satu upaya prioritas pemerintah ialah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menurut dia, perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mengacaukan situasi di Timur Tengah sebagai penghasil minyak dunia.
“Karena situasi itu harga minyak menjadi naik. Di seluruh dunia naik, hanya di Indonesia yang tidak naik, BBM bersubsidi,” kata Misbakhun di hadapan ratusan konstituennya.
Misbakhun menambahkan pemerintah berusaha tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun ini sekalipun harga minyak dunia sampai USD 100 per barel. Pemerintah tidak ingin rakyat mengalami tekanan harga yang berdampak pada kemampuan daya beli.
“Presiden dan Pak Bahlil pergi ke negara-negara produsen minyak agar suplainya masuk ke Indonesia dalam jumlah besar sehingga harga BBM bersubsidi bisa dipertahankan. Pesan ini penting untuk disampaikan seluruh rakyat,” imbuhnya.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menggelar kegiatan Serap Aspirasi di Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan. (Dokumentasi/ Istimewa)
Selain menyinggung soal BBM bersubsidi, Misbakhun juga mencontohkan harga elpiji kemasan 3 kilogram yang masih tetap. Ketua Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar itu mengatakan harga elpiji nonsubsidi kemasan 5,5 kilogram dan 12 kilogram sudah ratusan ribu rupiah
Adapun elpiji 3 kilogram yang dikenal dengan sebutan gas melon itu sampai ke konsumen masih di kisaran Rp 22 ribu. “Artinya pemerintah berusaha agar rakyatnya tidak mengalami kesulitan,” ucapnya.
Misbakhun menambahkan pemerintah juga masih mempertahankan subsidi untuk BBM dan listrik. Negara, katanya, juga menyubsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), menanggung iuran BPJS Kesehatan, hingga mengucurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Bukan ratusan juta atau ratusan miliar, melainkan ratusan triliunn (rupiah). Itu pengorbanan negara buat bapak dan ibu sekalian,” paparnya.
Menurut Misbakhun, langkah tersebut sebagai upaya negara mencegah beban rakyat bertambah. Sebagai pimpinan Komisi XI DPR, dia ikut menentukan anggaran kebijakan itu, termsuk besaran subsidi bagi masyarakat.
“Artinya, negara hadir untuk rakyat, program-program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menggelar kegiatan Serap Aspirasi di Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan. (Dokumentasi/ Istimewa)
Lebih lanjut, Misbakhun mengatakan hal lain yang tidak kalah penting ialah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menyebut program andalan Presiden Prabowo itu bertujuan mmperbaiki gizi anak-anak sekolah yang akan menjadi generasi penerus bangsa di masa mendatang.
Menurut Misbakhun, kondisi saat ini berbeda dengan masa ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah. Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan II Jawa Timur itu mengisahkan saat SD hingga SMA di Pasuruan, ia masih harus membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
“Zaman saya dulu masih harus bayar SPP, berangkat ke sekolah juga tanpa sarapan. Kini, anak-anak tidak hanya cukup makan, gizinya juga dipikirkan negara,” imbuhnya.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo yang turut hadir pada acara Serap Aspirasi itu mengapresiasi kiprah Misbakhun yang mewakili rakyat di daerahnya. Selama ini, Misbakhun aktif dalam menampung aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya di tingkat pusat.
“Serap aspirasi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan juga tanggung jawab kami untuk memastikan suara masyarakat benar-benar diperjuangkan,” ungkapnya.