Setelah Rinjani, NTB Kejar Pengakuan Dunia untuk Geopark Tambora

Arsip foto - Para pendaki menikmati matahari terbit di atas puncak Gunung Tambora yang berada di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/Ady Ardiansah)

Setelah Rinjani, NTB Kejar Pengakuan Dunia untuk Geopark Tambora

Silvana Febiari • 30 April 2026 16:11

Mataram: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) memperkuat dokumen usulan Geopark Tambora agar dapat menjadi bagian dari jaringan geopark dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan Geopark Tambora memperoleh pengakuan sebagai geopark dunia.

"Setelah geopark Rinjani mendapatkan pengakuan oleh UNESCO. Fokus kita sekarang adalah memastikan Tambora juga diakui dalam jaringan geopark dunia," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Baiq Nelly Yuniarti, dilansir dari Antara, Kamis, 30 April 2026. 

Untuk memastikan usulan geopark Tambora masuk dalam jaringan UGG, Bappeda tengah menyiapkan narasi tertulis untuk mendukung pengajuan tersebut. "Tim sedang memproses Tambora agar NTB memiliki dua geopark besar yang diakui dan dapat diapresiasi secara internasional," ucap Nelly
 


Selain menyiapkan narasi tertulis, langkah berikutnya adalah menerbitkan sertifikat resmi sebagai bentuk pengakuan. Sertifikat tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung promosi internasional.

"Harapan ke depan dengan mendapatkan sertifikat, Tambora mendapat pengakuan dunia, sehingga NTB memiliki dua geopark UNESCO," harapnya.

Tambora sudah masuk dalam Geopark Nasional. Bahkan, Gunung Tambora oleh Pemerintah Provinsi NTB ditetapkan ke dalam kawasan Samota (Saleh, Moyo, Tambora).

Gunung Tambora, berlokasi di Pulau Sumbawa, NTB. Gunung tersebut merupakan gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.851 meter di atas permukaan laut (mdpl), terkenal karena letusan dahsyatnya tahun 1815 yang membentuk kaldera berdiameter 7 kilometer.

Gunung tersebut merupakan destinasi pendakian populer, sekaligus pusat studi geologi. Kawasan ini juga menjadi situs sejarah dan ekologi yang berada di bawah pengelolaan Taman Nasional Tambora.


Lanskap tubuh Gunung Rinjani yang dilihat dari Desa Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Sugiharto Purnama


Sebelumnya Geopark Rinjani-Lombok berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark dengan meraih Kartu Hijau atau Green Card kedua kalinya dalam proses revalidasi internasional yang berlangsung di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis, pada 28 April 2026.

General Manager Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono mengatakan mempertahankan status tersebut jauh lebih menantang ketimbang meraih untuk pertama kali. "Kartu hijau kedua itu adalah pengakuan dunia atas kerja keras kolektif seluruh pemangku kepentingan di NTB," ujar dia.

Qwadru mengungkap keberhasilan mempertahankan status menjadi bukti bahwa tata kelola Geopark Rinjani-Lombok tetap memenuhi standar global dalam aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)