Gus Miftah Harap Muktamar NU Berjalan Gembira dan Bersih

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah. Dok. Istimewa.

Gus Miftah Harap Muktamar NU Berjalan Gembira dan Bersih

Rahmatul Fajri • 10 August 2026 17:27

Jakarta: Pengasuh Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrohman (Gus Miftah) berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), berjalan gembira dan bersih. Serta, berpegang teguh pada jajaran kepemimpinan PBNU serta nurani para kiai sepuh dan muktamirin.

"Saya sebagai orang yang mencintai NU dan bukan bagian dari timses manapun, hanya ingin NU menjadi lebih baik kedepannya. Semata karena tantangan besar kini berada di depan mata nahdliyin," kata Gus Miftah dikutip dari Media Indonesia, Senin, 10 Agustus 2026.

Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Gus Miftah meminta pihak-pihak tertentu yang bermanuver dalam ajang Muktamar untuk segera menghentikan praktik tersebut, apalagi demi meraih dukungan politik praktis.
 


"Sangat tidak elok jika masih ada pihak-pihak yang bergerak di bawah tanah lalu menjual nama Istana, mengeklaim sudah mendapat restu pusat," kata Gus Miftah.


Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah (tengah). Foto: Dok. Istimewa.

Ia mengingatkan para muktamirin dan elemen di luar pesantren untuk tidak mengotori muktamar dengan klaim sepihak. Maupun, provokasi intervensi yang dapat merusak muruah ulama.

"Mengintervensi NU sama artinya dengan merobohkan tiang penyangga moral civil society. Istana menghormati marwah ulama bukan dengan cara ikut mengatur, melainkan memberikan ruang kedaulatan penuh bagi para kiai untuk menentukan masa depan organisasinya," kata Gus Miftah.

Mengutip kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, Gus Miftah mengingatkan agar para kandidat tidak berambisi mengejar jabatan (man thalaba al-riyasata fadhahahu Allahu), melainkan menempatkan kepemimpinan sebagai sarana pengabdian (khidmah).

(M Sholahadhin Azhar)