Mulai 1 Oktober, TPS 3R Meruya Selatan Tolak Sampah Tak Terpilah

Hasil cacahan sampah anorganik di TPS 3R Meruya Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Mulai 1 Oktober, TPS 3R Meruya Selatan Tolak Sampah Tak Terpilah

Metro TV • 9 September 2026 01:05

Jakarta: Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Meruya Selatan, Jakarta Barat, tidak lagi menerima sampah yang belum terpilah mulai 1 Oktober 2026. Pihak pengelola bakal memasang imbauan resmi di area TPS guna menegakkan aturan pemilahan tersebut.

“Nanti mulai 1 Oktober kita akan memberikan spanduk untuk yang tidak memilah tidak boleh membuang ke sini,” kata pengawas TPS 3R Meruya Selatan, Achmad Basyary, kepada Metrotvnews.com, Selasa, 8 September 2026.

Sejak mulai beroperasi pada 2024, TPS 3R Meruya Selatan kerap menampung sampah yang masih tercampur. Padahal, ketentuan pengolahan limbah mewajibkan sampah yang masuk sudah dalam kondisi terpilah sejak dari sumbernya, yakni tingkat rumah tangga.

Achmad mengatakan, keterbatasan fasilitas pengangkut warga di lapangan masih menjadi kendala utama pemilahan. Selain itu, bak sampah yang tersedia belum dipisahkan menurut jenis sampah.

"Sumbernya kan rumah tangga. Mereka harus memilah dari rumah tangga. Cuma fasilitas tukang gerobak memang enggak memadai. Rata-rata bak saja, enggak ada sekat. Nah, itu masih jadi dilema kita di lapangan," kata Achmad.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak pengelola menyiapkan sejumlah solusi. Salah satunya menyediakan drop point atau titik kumpul sampah terpilah di tingkat RT atau area dekat kantor kelurahan.

"Jadi warga yang yang enggak bisa menyetorkan sampahnya ke TPS atau tidak bisa dibantu oleh petugas gerobak, mereka akan kita berikan drop point di dekat kelurahan atau di satu RT,” ujar Achmad.

Selain itu, pihak pengelola berencana mengadakan gerobak keliling untuk mengangkut sampah hingga di lingkup RT. Adapun gerobak tersebut akan dilengkapi sekat-sekat untuk pengelompokan sampah berdasarkan jenisnya.

“Gerobak motor itu yang bisa menyasar ke warga di gang-gang. Nanti gerobak itu akan akan tersekat ya, punya pembatas-pembatasnya. Jadi ketika keliling, mereka sudah langsung masukin (sampah) sesuai dengan jenisnya,” kata Achmad.

Adapun TPS 3R Meruya Selatan saat ini menampung kiriman sampah dari enam kelurahan di Kecamatan Kembangan, meliputi Kembangan Utara, Kembangan Selatan, Meruya Selatan, Meruya Utara, Joglo, dan Srengseng.


Mesin pengolahan sampah di TPS 3R Meruya Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Rata-rata volume sampah yang masuk mencapai 40 ton per hari. Sampah anorganik yang terkumpul diproses menggunakan mesin pencacah sebelum disetorkan ke TPST Bantargebang sebagai bahan baku Refuse-Derived Fuel (RDF). Setiap bulannya, TPS ini mampu menyuplai lebih dari 120 ton cacahan anorganik.

Sementara untuk sampah organik, pengelola TPS memanfaatkan limbah tersebut menjadi kompos dengan volume olahan mencapai sekitar empat ton per bulan.

(Afifah Alfina)

(Gabriella Thesa Widiari)