Perkuat Ketahanan Pangan, Brantas Abipraya Optimalkan Rehabilitasi Irigasi Lampung

Pembangunan Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi di Kabupaten Lampung Barat. Foto: dok Brantas Abipraya.

Perkuat Ketahanan Pangan, Brantas Abipraya Optimalkan Rehabilitasi Irigasi Lampung

Husen Miftahudin • 12 May 2026 22:07

Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembangunan Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (D.I) Kewenangan Daerah di Provinsi Lampung Paket 2. Proyek yang berlokasi di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan layanan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian masyarakat setempat sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Melalui rehabilitasi jaringan irigasi ini, perusahaan berupaya memastikan distribusi air menuju lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal, efisien, dan merata sehingga mampu menunjang peningkatan hasil panen petani.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana menyampaikan pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional melalui penyediaan infrastruktur sumber daya air yang andal.

"Melalui rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Lampung ini, kami berharap distribusi air menuju area pertanian dapat menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian masyarakat ikut meningkat," ungkap Dian seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menambahkan keberadaan jaringan irigasi yang baik memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat.

"Pembangunan infrastruktur irigasi bukan hanya tentang pembangunan fisik semata, tetapi juga tentang bagaimana infrastruktur tersebut mampu mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat. Ketika distribusi air berjalan baik, maka aktivitas pertanian akan menjadi lebih produktif, masa tanam lebih terjaga, dan hasil pertanian masyarakat pun dapat meningkat," tambah Dian.
 
Baca juga: Industri Pertanian 'Pamer' Teknologi untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional


(Pembangunan Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi di Kabupaten Lampung Barat. Foto: dok Brantas Abipraya)
 

Dukung program ketahanan pangan nasional


Selain fokus pada kualitas pembangunan, Brantas Abipraya juga terus mengedepankan penerapan budaya keselamatan kerja dalam setiap proses konstruksi melalui implementasi SMKK. Perusahaan memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan dan mutu konstruksi yang telah ditetapkan.

Menurut Dian, proyek rehabilitasi irigasi ini juga menjadi bagian dari kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor ketahanan pangan nasional.

"Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Infrastruktur irigasi yang optimal menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga ketersediaan pasokan pangan, serta mendukung kesejahteraan petani di berbagai daerah," jelas Dian.

Lebih lanjut, Brantas Abipraya optimistis proyek ini nantinya dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan irigasi di wilayah Lampung Barat. Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang lebih baik, sektor pertanian diharapkan mampu berkembang lebih produktif dan berkelanjutan sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini mencakup pekerjaan pada beberapa daerah irigasi, yaitu D.I Rawa Kalong, D.I Way Haru Sekunyir Intake 1, D.I Way Haru Sekunyir Intake 2, serta D.I Way Samang dengan total panjang penanganan mencapai 14.100 meter dan luas layanan irigasi sebesar 1.102,68 hektare. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem irigasi eksisting yang sebelumnya mengalami penurunan fungsi akibat kerusakan pada sejumlah saluran dan bangunan air.

Adapun ruang lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pekerjaan saluran, pekerjaan pasangan, hingga rehabilitasi bangunan bagi, sadap dan bagi sadap. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek mutu, keselamatan kerja, ketepatan waktu, serta keberlanjutan lingkungan guna memastikan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)