Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu
Update APBN 2026: Defisit Rp240,1 Triliun, Ini Rincian Pendapatan dan Belanja
Eko Nordiansyah • 5 May 2026 14:53
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Defisit APBN tercatat sebesar 0,93 persen terhadap PDB dan masih di bawah target APBN 2026 sebesar 2,68 persen dari PDB.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen. Pendapatan ditopang penerimaan pajak Rp394,8 triliun dan bea cukai Rp67,9 triliun.
"Hingga Maret, APBN tumbuh cukup ekspansif. Kalau anda lihat yang 2026 pendapatan negara tumbuh 10 persen, perpajakan tumbuhnya 14 persen, pajaknya saja tumbuh 20 persen," kata dia dalam konferensi pers, Selasa, 5 Mei 2026.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Belanja negara tumbuh positif
Sementara itu, belanja negara tercatat sudah Rp815 triliun sampai 31 Maret 2026. Belanja negara tumbuh 31,4 persen, meningkat cukup tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya 1,4 persen."Belanja negara tumbuh 31 persen, ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 1,4 persen. Ini upaya pemerataan belanja sepanjang tahun," ungkap Purbaya.
Adapun belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp610,3 triliun atau tumbuh 47,7 persen dan transfer ke daerah Rp204,8 triliun atau turun 1,1 persen. Adapun pembiayaan anggaran telah mencapai Rp257,4 triliun.
"Yang jelas belanja selalu bisa kita kendalikan, pendapatan juga akan kiat tingkatkan," tegas Purbaya.