Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada dasarian III Juni 2026. ANTARA/HO-BMKG
5 Daerah di NTB Berstatus Siaga Kekeringan
Silvana Febiari • 20 June 2026 20:49
Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan lima daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) berstatus siaga kekeringan meteorologis. Kondisi ini dipicu panjangnya hari tanpa hujan akibat pengaruh iklim global El Nino.
"Hari tanpa hujan berturut-turut secara umum pada kategori menengah hingga sangat panjang," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini, dilansir dari Antara, Sabtu, 20 Juni 2026.
Daerah yang masuk level siaga kekeringan meliputi Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat, Kecamatan Jonggat di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Pringgabaya dan Suela di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Hu’u dan Manggalewa di Kabupaten Dompu, serta Kecamatan Palibelo di Kabupaten Bima.
Hari tanpa hujan paling panjang tercatat di Stasiun Meteorologi Muhammad Salahuddin di Kabupaten Bima yang mencapai 35 hari berturut-turut. Kondisi tersebut masuk kategori sangat panjang.
BMKG juga menetapkan sejumlah kecamatan di Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima dalam level waspada kekeringan meteorologis.
Suci mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi krisis air bersih. Imbauan ini disampaikan seiring meluasnya wilayah berstatus siaga dan waspada akibat hari tanpa hujan yang semakin panjang.
Pada dasarian III Juni 2026 atau periode 21-30 Juni, BMKG memprakirakan peluang hujan masih terbatas. Curah hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian memiliki probabilitas sekitar 10 hingga 40 persen di sebagian wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
BMKG meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman. Caranya dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
.jpg)
Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)
Berdasarkan hasil pemantauan IOD yang dilakukan BMKG pada dasarian terakhir menunjukkan IOD berada dalam kategori negatif dengan indeks minus 0,49 dan berpeluang beralih menuju positif mulai Agustus hingga Desember 2026. Anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan ENSO berada pada kategori El-Nino Moderat dengan indeks +1,40.
"El-Nino diprediksi bertahan pada kategori Moderat dengan peluang 100 persen dan berpotensi meningkat menjadi El-Nino kuat dengan peluang 86 persen hingga akhir tahun 2026," ungkap Suci.