Palestina Sebut Pembangunan 13 Permukiman Israel Akan Isolasi Yerusalem Timur

Permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. (Anadolu Agency)

Palestina Sebut Pembangunan 13 Permukiman Israel Akan Isolasi Yerusalem Timur

Willy Haryono • 4 July 2026 12:09

Tel Aviv: Kabinet Keamanan Israel telah menyetujui pembangunan 13 permukiman baru di Tepi Barat pada Kamis lalu, dan Otoritas Palestina menilai langkah tersebut akan semakin memecah wilayah Palestina serta mengisolasi Yerusalem Timur dari kawasan sekitarnya.

Menurut laporan Channel 7 dan dikutip Anadolu Agency, Jumat, 3 Juli 2026, permukiman baru akan dibangun di kawasan regional Binyamin. Tahap pertama proyek dijadwalkan dimulai dalam beberapa bulan ke depan dengan pembangunan empat hingga enam permukiman yang didukung investasi senilai jutaan shekel.

Pemerintah Provinsi Yerusalem mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari kebijakan Israel untuk memperluas permukiman di wilayah pendudukan.

Dalam pernyataannya, pemerintah provinsi menyebut proyek itu bertujuan menciptakan realitas geografis baru, terutama di wilayah barat laut Yerusalem, sebelah barat Ramallah dan Al-Bireh, hingga lereng timur menuju Lembah Yordan.

Tahap awal proyek juga mencakup legalisasi sejumlah pos permukiman yang telah berdiri sebelumnya melalui dukungan pendanaan pemerintah serta pembangunan infrastruktur. Otoritas Palestina menilai percepatan pembangunan tersebut berkaitan dengan dinamika politik domestik Israel menjelang pemilu.

Mengutip Anadolu Agency, Pemerintah Provinsi Yerusalem memperingatkan perluasan permukiman merupakan eskalasi yang bertujuan memperkuat kendali Israel atas wilayah Palestina, memecah kawasan Tepi Barat, dan mengisolasi Yerusalem Timur.

Otoritas Palestina menegaskan kebijakan itu melanggar hukum internasional dan berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta mendesak komunitas internasional mengambil langkah konkret untuk menghentikan pembangunan permukiman ilegal.

Sementara itu, Pusat Studi Israel Palestina (Madar) melaporkan pembangunan pos-pos permukiman meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Rata-rata pembangunan pos permukiman naik dari delapan lokasi per tahun pada periode 2012–2022 menjadi 32 lokasi pada 2023, meningkat menjadi 62 lokasi pada 2024, dan mencapai 86 lokasi sepanjang 2025. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Israel Siapkan Rencana Bangun Permukiman Ilegal di 100 Lokasi Tepi Barat

(Willy Haryono)