Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan memberikan keterangan setelah meresmikan Jakarta Kreatif Festival 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). Foto: ANTARA/Mario Sofia Nasution
Pemprov DKI Kaji Usulan Penambahan Rute Transjabodetabek
Gabriella Thesa Widiari • 4 July 2026 15:10
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera mengkaji terkait usulan penambahan rute Transjabodetabek untuk mempermudah konektivitas warga Depok ke wilayah Jakarta. Pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk membahas usulan tersebut akan dilakukan.
“Saya sudah baca usulan ini dan akan dilakukan pembicaraan dengan Pemerintah Kota Depok,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dilansir dari Antara, Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurutnya, Transjabodetabek menjadi pilihan bagi warga di luar Jakarta yang hendak berangkat kerja pada pagi hari dan pulang ke rumah masing-masing pada sore harinya. Hal ini dinilai efektif untuk mengurai kemacetan di wilayah ibu kota.
“Ini sudah terbukti menjadi solusi kemacetan di jam padat,” ujar Pramono.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Depok resmi meluncurkan rute baru Transjabodetabek pada 4 Juni 2026, yakni D41 Sawangan-Lebak Bulus. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemprov DKI untuk menghadirkan layanan transportasi umum yang optimal bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.

Ilustrasi Transjakarta. Foto: MI/Angga.
Jarak tempuh pulang pergi (PP) rute Sawangan-Lebak Bulus saat jam sibuk, yakni 150 menit, sedangkan saat tidak dalam jam sibuk hanya 70 menit. Jumlah bus untuk rute tersebut baru tersedia 10 unit dengan enam titik pemberhentian di Jakarta dan lima titik di luar Jakarta.
Kehadiran Transjabodetabek dengan rute yang melewati tol Depok-Antasari (Desari) itu diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga dapat menurunkan tingkat kemacetan dan polusi udara.