Gaza Siapkan Rencana Darurat untuk Evakuasi dan Bongkar 255 Bangunan Rusak

Otoritas Gaza meluncurkan rencana darurat untuk mengevakuasi dan membongkar 255 bangunan rusak. (Anadolu Agency)

Gaza Siapkan Rencana Darurat untuk Evakuasi dan Bongkar 255 Bangunan Rusak

Willy Haryono • 21 September 2026 06:28

Gaza: Kantor Media Pemerintah Gaza pada Minggu, 20 September 2026, mengumumkan peluncuran “rencana darurat mendesak” untuk mengevakuasi dan membongkar 255 bangunan rusak rawan ambruk selama perang Israel di Gaza.

Mengutip dari Anadolu Agency, rencana tersebut dipimpin Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Gaza dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah serta badan internasional dan PBB.

Langkah itu diambil setelah sejumlah bangunan yang sebelumnya rusak akibat serangan Israel mengalami keruntuhan sebagian maupun seluruhnya. Salah satunya adalah runtuhnya gedung Al-Saada di Kota Gaza pada Rabu, yang menurut otoritas Gaza menewaskan 21 warga Palestina.

Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan rencana tersebut bertujuan menghilangkan “bahaya yang mengancam” akibat bangunan yang berisiko runtuh total serta melindungi warga yang mengungsi maupun penduduk lain yang masih berada di dalam bangunan tersebut.

Pihak berwenang telah diperintahkan segera memulai prosedur lapangan berdasarkan rencana evakuasi, termasuk memasang tanda peringatan di sekitar bangunan berbahaya dan mengupayakan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang terdampak.

Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan komite pemerintah khusus masih melakukan penilaian lapangan terhadap bangunan yang rusak serta mengidentifikasi keluarga yang masih tinggal di dalamnya.

Namun, upaya tersebut menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan pendanaan, kekurangan alat berat dan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan evakuasi secara aman akibat blokade Israel, serta keterbatasan lahan untuk menampung keluarga yang mengungsi.

Bangunan Rawan Ambruk

Rabu lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Gaza mengatakan sekitar 3.000 bangunan telah dikategorikan berbahaya atau berisiko runtuh akibat kerusakan yang dialami selama perang Israel.

Kerusakan luas pada bangunan tempat tinggal membuat ribuan warga Palestina tetap bertahan di bangunan yang rusak dan tidak stabil karena keterbatasan tempat tinggal yang layak.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 61 warga Palestina tewas akibat runtuhnya bangunan yang rusak selama perang.

Sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas berlaku pada 10 Oktober 2025, puluhan bangunan yang rusak akibat perang dilaporkan runtuh menimpa warga yang tidak memiliki pilihan tempat tinggal lain. Kondisi tersebut terjadi di tengah kekurangan tenda yang layak dan pembatasan Israel terhadap masuknya rumah sementara prefabrikasi ke Gaza.

Badan-badan pemerintah Palestina serta organisasi internasional dan PBB berulang kali menyerukan agar material untuk tempat tinggal diizinkan masuk ke Gaza guna mencegah lebih banyak korban akibat bangunan runtuh dan paparan cuaca selama musim dingin. Namun, seruan tersebut belum menghasilkan tanggapan dari Israel.

Sejak 8 Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, menurut angka Palestina. Sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza juga diperkirakan mengalami kerusakan atau kehancuran.

Baca juga: Serangan Israel di Gaza Tewaskan 3 Orang, Termasuk Putra Pejabat Kesehatan

(Willy Haryono)