Tangkapan layar video dugaan pencurian helm di tengah konser musik Kota Malang, Jawa Timur.
Diduga Curi Helm Saat Konser di Malang, Pemuda Ini Tak Bisa Kabur Gara-Gara Terjebak Macet
Daviq Umar Al Faruq • 11 February 2026 08:35
Malang: Video dugaan pencurian helm di tengah konser musik Kota Malang, Jawa Timur, mendadak ramai di media sosial. Pasalnya, terduga pelaku justru tak bisa kabur setelah terjebak macet di Jalan Sudimoro, Lowokwaru.
“Kon ancene gak eroh wedi. Eroh macet-macet ngene nyolong helm (Kamu itu memang tak ada takutnya. Tau macet gini malah nyuri helm),” ujar salah satu perekam dalam video yang beredar.
Peristiwa itu terjadi sesaat setelah ribuan penonton bubar dari lokasi pertunjukan, Minggu malam, 8 Februari 2026. Arus kendaraan yang padat membuat laju motor nyaris tak bergerak.
Di tengah kepungan antrean kendaraan, seorang pemuda berkaos merah menjadi perhatian pengguna jalan. Ia mengendarai sepeda motor bernomor polisi AG 3137 BZ sambil berulang kali menunduk dan menutupi wajah.
Kemacetan membuat ruang gerak pemuda tersebut tertutup rapat. Warga yang sama-sama tertahan di jalan kemudian menyorakinya karena diduga baru saja mengambil helm milik orang lain.
Rekaman itu memicu spekulasi baru di jagat maya. Sejumlah warganet mengaitkan sosok dalam video dengan calon presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Pihak kampus angkat bicara menanggapi kabar yang telanjur meluas tersebut. Manajemen memastikan proses penelusuran sedang berjalan untuk memastikan identitas maupun duduk perkaranya.
“Kami sedang menginvestigasi kejadian ini, ada tim yang sedang bekerja,” ungkap Wakil Direktur Bidang III Polinema, Pipit Wahyu Nugroho, Selasa, 10 Februari 2026.

Tangkapan layar video dugaan pencurian helm di tengah konser musik Kota Malang, Jawa Timur.
Polinema menegaskan setiap pelanggaran oleh civitas akademika memiliki konsekuensi. Sanksi akan ditentukan setelah hasil investigasi rampung.
“Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh civitas akademika ada dampak hukumnya, termasuk sanksinya. Nanti kita lihat dulu hasil investigasi,” jelas Pipit.
Saat ditanya mengenai isu bahwa terduga pelaku merupakan Capres BEM, kampus belum memberikan kepastian. Pihaknya masih menunggu kerja tim investigasi.
“Masih menunggu hasil investigasi,” ujar Pipit.
Terpisah, polisi menyatakan belum menerima aduan kehilangan helm seperti yang beredar di media sosial. Hingga saat ini, belum ada pihak yang melapor secara resmi.
“Tidak ada laporan terkait peristiwa tersebut,” kata Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta.