Petugas menutup perlintasan liar Kereta Api di kawasan Sukoharjo. Metrotvnews.com/ Triawati
KAI Daop 6 Tutup Belasan Perlintasan Liar di Soloraya Demi Keselamatan
Triawati Prihatsari • 19 May 2026 21:40
Sukoharjo: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menutup belasan perlintasan liar di wilayah Soloraya. Penutupan perlintasan liar dilakukan karena sangat berbahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya.
"Perlintasan liar yang ditutup adalah yang lebar jalannya di bawah dua meter, tidak memiliki pengamanan yang memadai dan berada di luar pengaturan resmi. Kondisi ini tentu menimbulkan potensi risiko bahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat," ungkap Deputy EVP Daop 6 Yogyakarta Rahim Ramdhani, Selasa, 18 Mei 2026.
Di antara perlintasan liar yang ditutup terdapat dua titik di Km 3+1/2 petak antara Solo Kota-Sukoharjo dan di Km 537+7 petak antara Patukan-Rewulu.
Pada tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 telah menutup tujuh perlintasan liar. Rinciannya, tiga di Wonogiri, dua di Wates, satu di Wojo, satu di Sukoharjo, dan satu di Yogyakarta.
Sedangkan sepanjang periode 2023, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 telah menutup enam perlintasan. Kemudian pada 2024 dan 2025 masing-masing ditutup 14 perlintasan.
"Kedepannya, penanganan perlintasan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penutupan perlintasan yang berisiko, peningkatan penjagaan dan pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi," imbuh Rahim.
Adapun 41 perlintasan liar yang ditutup tersebut tersebar di wilayah Wonogiri sebanyak 17 perlintasan, Solo sebanyak lima perlintasan, Wojo sebanyak empat perlintasan, Wates sebanyak empat perlintasan, Brambanan sebanyak dua perlintasan, Sumberlawang sebanyak dua perlintasan, Sragen sebanyak dua perlintasan, Yogyakarta sebanyak tiga perlintasan, Klaten sebanyak satu perlintasan, dan Palur sebanyak satu perlintasan.

Petugas menutup perlintasan liar Kereta Api di kawasan Sukoharjo. Metrotvnews.com/ Triawati
Sementara itu, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengimbau masyarakat agar menggunakan perlintasan sebidang resmi. Ia juga meminta warga tidak membuka kembali perlintasan liar yang sudah ditutup maupun membuat perlintasan liar baru.
"Kami aktif menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 267 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan, yang terdiri dari 262 kegiatan di perlintasan sebidang dan lima kegiatan di sekolah serta lingkungan masyarakat. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di sekitar jalur kereta api," terang Feni.