Sempat Macet Parah, Pramono Sebut Lalin di Pelabuhan Tanjung Priok Sudah Terkendali

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Metrotvnews.com/Aris Setya

Sempat Macet Parah, Pramono Sebut Lalin di Pelabuhan Tanjung Priok Sudah Terkendali

Farhan Zhuhri • 31 March 2026 17:57

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kemacetan parah di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pascalebaran tahun ini tidak terulang. Dia mengeklaim kondisi lalu lintas di kawasan pelabuhan kini lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.

Dia menyebut pengalaman kemacetan panjang pada pertengahan April 2025 menjadi pelajaran penting. Saat itu, lonjakan aktivitas bongkar muat di pelabuhan memicu antrean truk yang mengular hingga melumpuhkan akses jalan di sekitar kawasan logistik terbesar di Indonesia tersebut.

“Belajar dari pengalaman setelah Lebaran yang lalu ketika terjadi kemacetan horor di Tanjung Priok, maka Pemprov DKI bersama Pelindo bekerja sama dan kami memberikan ruang kurang lebih 5 hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkir,” ujar Pramono di Balai Kota DKI, Selasa, 31 Maret 2026.

Dia menegaskan salah satu akar persoalan kemacetan tahun lalu adalah minimnya ruang parkir bagi kendaraan logistik. Lonjakan aktivitas pelabuhan tidak diimbangi dengan kapasitas penampungan truk dan kontainer, sehingga kendaraan menumpuk di badan jalan.

“Supaya tidak seperti yang lalu, karena ada kenaikan aktivitas di pelabuhan, sementara tempat parkirnya tidak ada dan kemudian menyebabkan kemacetan horor,” jelas dia.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung/Metro TV/Aris Setya

Baca Juga: 

Pramono Ungkap Antisipasi Cegah Macet di Tanjung Priok usai Lebaran

Menurut dia, langkah penyediaan lahan parkir seluas 5 hektare tersebut kini mampu menampung sekitar 200 kontainer. Dengan adanya kantong parkir ini, antrean kendaraan logistik dapat ditekan dan tidak lagi meluber ke ruas jalan utama di sekitar pelabuhan.

“Alhamdulillah sampai hari ini setelah Lebaran, aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal karena tempat itu bisa menampung kurang lebih 200 kontainer,” ucap dia.

Pramono menambahkan Pemprov DKI juga menggratiskan penggunaan lahan tersebut kepada Pelindo. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menekan potensi kerugian ekonomi yang jauh lebih besar akibat kemacetan.

“Biaya kalau kemudian harus ada kemacetan seperti tahun lalu itu cost-nya terlalu tinggi,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)