Jadwal Lempar Jumrah Jemaah Haji Indonesia 2026, Simak Waktu dan Larangannya

Lempar jumrah, Dok: Metro TV/Renggi Putrima

Jadwal Lempar Jumrah Jemaah Haji Indonesia 2026, Simak Waktu dan Larangannya

Putri Purnama Sari • 28 May 2026 13:16

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengeluarkan jadwal resmi lempar jumrah bagi jemaah haji Indonesia untuk musim haji 1447 H/2026 M. Jadwal ini dibuat untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan jemaah saat menjalankan rangkaian ibadah di Mina.

Melalui unggahan resmi melalui Instagram @kemenhaj.ri, seluruh jemaah diimbau mengikuti waktu lempar jumrah yang telah ditetapkan serta menghindari jam larangan demi mengurangi risiko kepadatan dan cuaca ekstrem.

Pemerintah juga memberikan peringatan tambahan bahwa jemaah dilarang melempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) karena suhu yang sangat panas dan berisiko bagi kesehatan.

Jadwal Lempar Jumrah Haji 2026

Berikut jadwal lengkap lempar jumrah untuk jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M:

1. Jumrah Aqabah (10 Zulhijah)

Sesi 1

  • 10 Zulhijah
  • Pukul 00.00–04.00 WAS

Sesi 2

  • 10 Zulhijah
  • Pukul 10.00–24.00 WAS

Waktu larangan

  • 10 Zulhijah
  • Pukul 04.00–10.00 WAS
 

2. Jumrah Tasyrik (11 Zulhijah)


Ribuan jamaah haji melakukan prosesi melontar Jumrah di Jamarat, Mina, Mekkah--MI/ADAM DWI

Sesi 1

  • 11 Zulhijah
  • Pukul 17.00–24.00 WAS

Sesi 2

  • 12 Zulhijah
  • Pukul 00.00–04.00 WAS

Waktu larangan

  • 11 Zulhijah
  • Pukul 11.00–18.00 WAS

3. Jumrah Tasyrik (12 Zulhijah)

Sesi 1

  • 12 Zulhijah
  • Pukul 05.00–10.30 WAS

Sesi 2

  • 12 Zulhijah
  • Pukul 18.00–24.00 WAS

Waktu larangan

  • 12 Zulhijah
  • Pukul 11.00–14.00 WAS

4. Jumrah Tasyrik (13 Zulhijah)

Sesi 1

  • 13 Zulhijah
  • Pukul 05.00–12.00 WAS
 

Pentingnya Mematuhi Jadwal Lempar Jumrah

Pelaksanaan lempar jumrah menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara. Oleh karena itu, pengaturan waktu dilakukan untuk mengurangi penumpukan massa yang berpotensi membahayakan keselamatan jemaah.

Selain faktor kepadatan, suhu di Arab Saudi saat musim haji juga sangat tinggi. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan apabila jemaah memaksakan diri beraktivitas pada siang hari.

Pemerintah mengimbau jemaah untuk selalu menjaga kondisi tubuh, memperbanyak minum air putih, menggunakan alat pelindung diri seperti payung dan masker, serta mengikuti arahan petugas haji selama berada di Mina.

Dengan mematuhi jadwal lempar jumrah yang telah ditentukan, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan khusyuk.

(Arga Sumantri)