Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Anadolu Agency)
AS Fasilitasi Lanjutan Dialog Rusia-Ukraina di Abu Dhabi
Muhammad Reyhansyah • 4 February 2026 11:53
Moskow: Putaran baru perundingan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina dijadwalkan berlangsung pekan ini setelah sempat tertunda singkat. Seorang pejabat senior Kremlin mengatakan bahwa pembicaraan akan digelar di tengah berlanjutnya pertempuran di garis depan serta serangan jarak jauh mematikan ke wilayah belakang Ukraina.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa perundingan trilateral akan berlangsung pada Rabu dan Kamis di Abu Dhabi, lokasi yang juga menjadi tuan rumah pertemuan sebelumnya bulan lalu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu lalu menyatakan akan mengirim delegasi ke pertemuan tersebut, yang semula dijadwalkan pada akhir pekan namun ditunda karena, menurut Peskov, benturan jadwal.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam setahun terakhir mendorong kedua pihak untuk mencari titik kompromi. Namun, kebuntuan pada isu-isu kunci dinilai belum terurai, seiring mendekatnya peringatan empat tahun invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina yang akan jatuh akhir bulan ini.
Peskov menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai “sangat kompleks."
“Pada beberapa isu, kami tentu sudah lebih dekat karena telah ada diskusi dan percakapan, dan pada sebagian isu lebih mudah menemukan titik temu,” ujarnya kepada wartawan, dikutip dari Korea Herald, Rabu, 4 Februari 2026.
“Namun, ada isu-isu di mana menemukan kesamaan jauh lebih sulit,” imbuh Peskov.
Utusan presiden Rusia, Kirill Dmitriev, berada di Miami, Florida, pada akhir pekan untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Amerika. Meski demikian, Peskov menolak memberikan rincian mengenai pertemuan tersebut.
Serangan Rusia ke Ukraina
Salah satu titik sengketa utama adalah apakah Rusia akan mempertahankan wilayah Ukraina yang telah diduduki pasukannya, terutama di kawasan industri timur. Moskow juga menuntut kepemilikan atas wilayah Ukraina lainnya di kawasan tersebut yang belum berhasil dikuasai.Di tengah proses diplomatik, serangan drone dan rudal Rusia terus menghantam kawasan sipil. Serangan udara massal terbaru pada Minggu menewaskan 12 penambang yang berada di dalam sebuah bus. Rentetan serangan tersebut juga merusak jaringan listrik Ukraina, membuat warga kehilangan pemanas, penerangan, dan pasokan air bersih di tengah musim dingin yang keras.
Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov pada Senin mengatakan pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mencegah Rusia menggunakan layanan satelit Starlink dalam mengarahkan drone ke sasaran. Ia meminta perusahaan SpaceX milik Elon Musk membantu menghentikan penggunaan layanan tersebut oleh Rusia di Ukraina.
Starlink merupakan jaringan internet global yang mengandalkan sekitar 10.000 satelit yang mengorbit Bumi. Fedorov mengatakan Ukraina kini mewajibkan pengguna Starlink sipil dan militer untuk mendaftarkan terminal mereka dalam basis data, sehingga hanya perangkat yang disetujui yang dapat berfungsi, sementara terminal yang tidak terdaftar akan dinonaktifkan di wilayah Ukraina.
“Sepertinya langkah-langkah yang kami ambil untuk menghentikan penggunaan Starlink yang tidak sah oleh Rusia telah berhasil,” kata Musk pada Minggu melalui platform X. Ia menambahkan “Beri tahu kami jika masih perlu dilakukan langkah tambahan.”
Baca juga: Ukraina Dorong Penyelesaian Isu Sensitif Lewat Pertemuan Langsung Zelensky-Putin