UNIFAM me-launching produk HiFruit di Jakarta. Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
UNIFAM Perkenalkan HiFruit, Inovasi Baru dalam Kategori Fruit Snacks
Duta Erlangga • 14 August 2026 13:08
Jakarta: PT United Family Food (UNIFAM) memperkenalkan HiFruit sebagai inovasi baru dalam kategori fruit snacks. Produk tersebut menawarkan konsumer untuk menikmati buah dalam bentuk makanan ringan yang praktis dan mudah dibawa.
HiFruit hadir dalam dua varian rasa, yakni Red Grape dan Green Grape. Produk ini disebut memiliki kandungan lebih dari 50 persen real fruit juice dan telah mendapatkan regulatory yang approved.
Hadirkan Buah dalam Bentuk Snack
CEO UNIFAM Steven Wijaya mengatakan HiFruit dikembangkan sebagai inovasi untuk menghadirkan pengalaman menikmati buah dalam bentuk yang berbeda. Ia menegaskan produk tersebut diposisikan sebagai fruit snacks, bukan permen atau fruit gummy.
"Ini our new innovation and product. HiFruit ini kalau di sini dinamakan fruit snacks. Jadi it's not a fruit candy, bukan fruit gummy, tapi beneran fruit snacks," ujar Steven di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

CEO UNIFAM Steven Wijaya saat launching produk HiFruit di Jakarta. Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Ia menjelaskan, salah satu karakter utama HiFruit adalah kandungan jus buah yang mencapai lebih dari 50 persen. Hal tersebut juga tercermin dari daftar bahan yang menempatkan jus buah sebagai salah satu bahan utama.
"Kalau dilihat dari ingredient-nya di belakang, ingredient nomor satu tuh jus buah. Jadi bener-bener kalau namanya lebih dari 50 persen ya pasti harus ingredient nomor satu. Karena ingredient list tuh dalam urutan paling banyak sampai paling kecil," jelasnya.
Menurut Steven, kandungan tersebut menjadi bagian dari konsep yang ingin dibangun UNIFAM melalui HiFruit, yakni menghadirkan pilihan makanan ringan yang dapat menjadi better for you solution.
"Cuman better for you yang kita namakan di UNIFAM. Kita pengen itu bisa men-deliver apa yang kita namakan better for you solution. Jadi solusi-solusi yang lebih bagus," katanya.
Buah yang Praktis Dibawa
Steven mengatakan ide HiFruit berangkat dari kebutuhan konsumen untuk menikmati buah dengan cara yang lebih praktis. Menurutnya, buah memang memiliki banyak manfaat, tetapi tidak selalu mudah dibawa dan dikonsumsi dalam berbagai situasi.
"Kita semua tahu kalau buah itu kan bagus buat kita, sehat buat kita. Cuman nggak mungkin juga ke mana-mana bawa buah," ujarnya.
Karena itu, UNIFAM mencoba mengubah pengalaman menikmati buah menjadi lebih praktis tanpa menghilangkan karakter buah itu sendiri.
"Makanya muncullah ide HiFruit, bagaimana kita bisa menyajikan pengalaman buah ini dengan praktis, fun dan sehat. Nah kita bilang HiFruit is your fruit in your pocket," kata Steven.
Ia mengatakan konsep tersebut juga menjadi alasan pemilihan nama HiFruit yang ingin menggambarkan produk buah yang dapat dibawa dan dikonsumsi kapan saja.
"Positioning kita ini bukan candy, tapi adalah fruit snacks. Bener-bener fruit snacks," tegasnya.
Mengapa Memilih Anggur?
Untuk tahap awal, HiFruit hadir dengan dua varian yang sama-sama berbahan dasar buah anggur, yakni Red Grape dan Green Grape.

2 varian rasa produk HiFruit, yakni Red Grape dan Green Grape. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Steven menjelaskan anggur dipilih karena buah tersebut memiliki harga relatif tinggi di pasaran, sehingga HiFruit diharapkan dapat memberikan alternatif pengalaman menikmati rasa anggur dalam bentuk yang lebih praktis.
"By the way kita kenapa pilih anggur, pertama anggur kan mahal ya di sini di Indonesia. Nah ini bisa menikmati anggur dengan lebih enak, praktis, fruit snack buah anggur," jelas Steven.
Ia menambahkan, kedua varian tersebut dirancang agar memberikan sensasi yang menyerupai pengalaman ketika mengonsumsi buah anggur secara langsung.
"Kalau kita makan HiFruit ini tuh sensasinya bener kayak anggur. Ada kulitnya di luar, tapi ada di dalamnya kayak isi anggurnya itu sendiri. Jadi makanya ini bener-bener jadi buah," katanya.
Hifruit ditawarkan dengan harga Rp5.000 per kemasan. Steven menyebut harga tersebut diharapkan dapat membuat pengalaman menikmati buah anggur lebih mudah dijangkau konsumen.
"Jadi satu pack ini lima ribu. Bayangin anggur yang mahal-mahal itu kita dengan sekarang bisa menikmati anggur yang lebih affordable. Jadi ini affordable premium yang memberikan pengalaman premium dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.
Dorong Inovasi Produk Lokal
Executive Director UNIFAM Ongkie Tedjasurja mengatakan peluncuran HiFruit merupakan bagian dari upaya perusahaan menciptakan kategori baru di industri makanan ringan.
"Kenapa kita me-launching Hifruit ini, jadi ini adalah kategori baru yang kita ciptakan. Ini snack buah yang bener-bener sensasi baru dalam menikmati snack buah," kata Ongkie.

UNIFAM me-launching produk HiFruit di Jakarta. Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Menurutnya, perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan produk. Konsumen kini semakin memperhatikan aspek kesehatan sekaligus membutuhkan produk yang praktis.
"Kita melihat perubahan perilaku konsumen yang begitu banyak sekarang. Mereka mau concern daripada healthy, senang makan buah dan sebagainya. Kita menyajikan dengan kemasan praktis dan mudah dibawa," ujarnya.
Ongkie menambahkan, sebagai perusahaan lokal Indonesia, UNIFAM ingin terus menghadirkan inovasi yang mampu bersaing dengan produk dari luar negeri.
"Kita sebenarnya merupakan perusahaan lokal Indonesia asli, merupakan family business, di mana kita ingin maju bersama untuk membawa kebanggaan akan Indonesia," katanya.
Ia menilai kemampuan menciptakan inovasi menjadi bagian penting bagi industri makanan ringan nasional. Melalui HiFruit, UNIFAM ingin menunjukkan bahwa perusahaan lokal juga dapat menciptakan kategori dan pengalaman baru bagi konsumen.
"UNIFAM punya inovasi-inovasi dan meng-create kategori-kategori yang ada. Hari ini kita ingin menyampaikan bahwa kita bener-bener menciptakan satu sensasi baru, cara baru menikmati buah yaitu dengan snack buah ini yang kita namakan Hifruit," ujar Ongkie.
Menurutnya, pengembangan produk sekaligus distribusi di pasar domestik menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan dengan produk impor.
"Melihat kesempatan opportunity sebagai perusahaan Indonesia, kita juga membangun brand, membangun distribusi di negara kita untuk kita menjadi mampu menghadapi kompetisi dari produk-produk luar yang masuk," pungkasnya.