Harga Emas Dunia Menuju Level Tertinggi Sejak Agustus

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Dunia Menuju Level Tertinggi Sejak Agustus

Eko Nordiansyah • 5 November 2026 09:24

Chcago: Harga emas dunia menguat pada Rabu, 4 November 2026 kembali menembus level USD4.000 dan mencatatkan hari terbaiknya sejak Agustus.

Kenaikan ini terutama didorong oleh pelemahan dolar AS, seiring para pelaku pasar mencerna kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu (midterm) di Amerika Serikat serta potensi dampak kebijakannya.

Dikutip dari Investing, Kamis, 5 November 2026, harga emas spot naik 3,2 persen menjadi USD4.057,26 per ons, kenaikan harian terbesar sejak 19 Agustus. Harga emas berjangka juga naik 3,2 persen menjadi USD4.068,15 per ons, kinerja harian terkuat sejak 5 Agustus.

"Pemicu pemulihan (harga emas) ini adalah penurunan tajam pada dolar AS. Hal tersebut didorong oleh hasil pemilihan paruh waktu AS yang cukup telak, di mana Partai Demokrat berhasil meraih mayoritas kursi baik di DPR maupun Senat. Tentu saja, ini merupakan kabar baik bagi pihak yang bersikap bullish (optimistis), yang sebelumnya harus menghadapi koreksi harga pada logam mulia, sebuah tren penurunan yang kini telah memasuki bulan kesepuluh," ujar analis pasar senior di Trade Nation David Morrison. 

"Dua bulan terakhir terasa sangat melelahkan secara mental, menyusul upaya penembusan ke atas selama musim panas yang mencapai puncaknya pada akhir Agustus. Sejak saat itu, harga emas dan perak terus merosot secara perlahan, yang pada dasarnya mematikan momentum pasar bullish. Pertanyaannya sekarang, sekali lagi, apakah harga sudah mencapai titik terendah? Masih terlalu dini untuk memastikannya, meskipun tanda-tandanya tampak menjanjikan, terutama jika emas mampu bertahan di atas USD4.000," ujar dia.

"Namun, sudah menjadi karakteristik kedua logam mulia ini untuk menarik minat beli baru, hanya untuk kemudian berbalik turun kembali dan menyentuh level terendah baru dalam siklus tersebut. Jadi, berhati-hatilah dan pantau dengan cermat seberapa dalam koreksi harga yang mungkin terjadi ke depannya," tambah Morrison.



(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu

Data dari Associated Press menunjukkan Partai Demokrat berhasil mengamankan mayoritas di Senat maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), meskipun masih ada sejumlah suara yang belum dihitung.

Di Senat yang memiliki 100 kursi, Partai Demokrat telah memenangkan 54 kursi, dengan dua pemilihan yang hasilnya belum dipastikan, menurut proyeksi AP. Partai Demokrat juga telah meraih 228 kursi di DPR, melampaui ambang batas 218 kursi yang diperlukan untuk menguasai mayoritas di majelis rendah tersebut.

Kemenangan penting bagi Partai Demokrat antara lain diraih oleh James Talarico dalam pemilihan Senat di Texas serta Abdul El-Sayed yang menang dalam pemilihan Senat di Michigan, negara bagian penentu (swing state) yang krusial. Partai Demokrat berhasil merebut setidaknya tujuh kursi dari Partai Republik di Senat. 

Hasil ini mencerminkan penolakan keras terhadap dua tahun pertama masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, periode di mana Partai Republik memegang mayoritas tipis di DPR dan Senat. Mulai Januari mendatang, pengesahan undang-undang di Kongres akan memerlukan setidaknya sebagian persetujuan dari Partai Demokrat, meskipun Trump tetap memiliki hak veto atas rancangan undang-undang tanpa risiko dibatalkan oleh Kongres.

Dampak langsung dari hasil ini bisa berupa regulasi yang lebih ketat, baik di tingkat federal maupun lokal, terhadap investasi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), seperti pembangunan pusat data. Mengingat pengembangan infrastruktur AI telah mendorong ekonomi AS, hambatan apa pun di sektor ini dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan melemahkan nilai dolar AS. 

Indeks dolar AS tercatat turun 0,3 persen ke level 101,59, setelah sempat menyentuh titik terendah sejak 30 September. Dolar yang lebih lemah dapat menguntungkan harga emas, karena membuat logam mulia tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli asing.

Dorongan imbas penurunan harga minyak

Sementara itu, harga emas juga mendapat dorongan dari penurunan harga minyak, dengan minyak mentah berjangka jenis Brent merosot 8,3 persen menjadi USD94,98 per barel. Menurut sejumlah laporan, Washington dan Teheran tengah meninjau proposal baru dari pihak penengah yang bertujuan untuk menyelesaikan perbedaan di antara keduanya serta mencegah kembalinya konflik berskala penuh.

Perkembangan diplomatik ini terjadi menyusul serangan udara terbatas oleh AS terhadap target-target di Pulau Qeshm, Iranpada malam sebelumnya. Harga minyak sempat melonjak selama sebulan terakhir seiring meningkatnya ketegangan regional, namun berbalik turun tajam minggu ini setelah muncul tanda-tanda bahwa Gedung Putih bersedia memberikan lebih banyak waktu untuk negosiasi.

Harga emas turun hampir tujuh persen pada bulan Oktober, menembus ke bawah ambang batas USD4.000 pada akhir bulan, seiring langkah investor yang menarik diri dari investasi terkait kecerdasan buatan dan menjual emas untuk menutupi kerugian di sektor lain. Logam mulia ini juga telah terkoreksi sekitar 25 persen sejak konflik Iran meletus pada akhir Februari, seiring dengan percepatan inflasi yang memicu kebijakan moneter yang lebih ketat.

(Eko Nordiansyah)