OJK Lanjutkan Reformasi Pasar Modal untuk Jaga Kepercayaan Investor

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com

OJK Lanjutkan Reformasi Pasar Modal untuk Jaga Kepercayaan Investor

Andika Fauzan Azhari • 20 October 2026 19:53

Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari mengatakan reformasi di pasar modal terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperbaiki berbagai aspek di tengah dinamika pasar yang terjadi. Perbaikan tersebut mencakup sisi integritas, keterbukaan, hingga penegakan hukum.  
 
"Saat ini reformasi di pasar modal terus kita laksanakan, perbaikan-perbaikan terus kita laksanakan, baik itu dari sisi integritas, keterbukaan, kemudian enforcement juga terus kita tegakkan," ujar Friderica dalam acara Ijtima' Sanawi di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.  
 
Ia mengatakan, meskipun pasar modal sempat mengalami sedikit gonjang-ganjing pada hari Jumat sebelumnya, kondisi saat ini sudah mulai berangsur pulih (rebound). OJK terus berupaya membangun kepercayaan investor melalui berbagai langkah perbaikan dan pengawasan yang ketat.  
 
Selain itu, berdasarkan laporan kinerja emiten pada kuartal kedua 2026, pendapatan dan laba secara fundamental terpantau mengalami peningkatan yang menunjukkan struktur pasar modal nasional tetap kuat.
 


Aset Keuangan Syariah RI Tumbuh 8,19%, Tembus Rp3.200 Triliun

(Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan)

 

Jadi penopang kepercayaan investor

 
Menurut Friderica, penguatan fundamental ekonomi dan modalitas pasar modal yang solid menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan para investor yang saat ini jumlahnya telah menembus angka lebih dari 32 juta investor.  
 
"Yang penting kita terus bangun kepercayaan, tapi Alhamdulillah hari ini sudah mulai rebound, yang penting kita terus bangun kepercayaan," tambah dia.  
 
Ia juga menambahkan, OJK bersama para pemangku kepentingan akan terus berupaya membawa pasar modal Indonesia semakin maju dan berkembang di tengah berbagai tantangan global maupun domestik.

(Husen Miftahudin)