Ilustrasi harga emas dunia. Foto: AP.
Setelah Ambruk, Harga Emas Dunia Kini Mentereng
Husen Miftahudin • 23 September 2023 09:08
Chicago: Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange mengalami kenaikan, sebagai koreksi menyusul penurunan pada hari sebelumnya.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 23 September 2023, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD6,00 atau 0,31 persen menjadi USD1.945,60 per ons.
Beberapa pejabat senior Federal Reserve mengatakan bank sentral AS mungkin tidak akan menaikkan suku bunga dan suku bunga kemungkinan akan tetap lebih tinggi dan lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.
"Meskipun ada tanda-tanda yang menjanjikan bahwa inflasi terus melambat, saya terus mendengar tentang tantangan yang dihadapi rumah tangga dan perusahaan terkait dengan inflasi yang terlalu tinggi," ucap Presiden Federal Reserve Boston Susan Collins.
Baca juga: Kilau Emas Dunia Redup karena Dolar dan Obligasi AS Naik
Suku bunga Fed tak berubah
Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan jangka pendeknya tidak berubah pada kisaran 5,25 persen hingga 5,5 persen pada Rabu. Namun hal ini masih membuka pintu bagi kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun jika inflasi tidak melambat menuju target The Fed sebesar dua persen.
Data ekonomi yang dirilis Jumat beragam. Indeks Aktivitas Bisnis Jasa AS Flash Global S&P berada di angka 50,2 pada September, turun dari 50,5 pada Agustus, dan mencapai level terendah selama delapan bulan terakhir.
Indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) awal S&P AS, yang mengukur aktivitas manajer di sektor manufaktur, bertambah satu poin menjadi 48,9 pada September, naik dari 47,9 pada Agustus.
Perak untuk pengiriman Desember naik 15,70 sen atau 0,66 persen menjadi ditutup pada USD23,844 per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD9,50 atau 1,03 persen menjadi ditutup pada USD934,10 per ons.