Kandungan Logam di Ikan Sapu-Sapu, Amankah Dikonsumsi?

Pterygoplichthys pardalis. (Ildar Sagdejev via Wikimedia Commons)

Kandungan Logam di Ikan Sapu-Sapu, Amankah Dikonsumsi?

Riza Aslam Khaeron • 21 April 2026 20:22

Jakarta: Lonjakan populasi ikan sapu-sapu kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sejak satu pekan yang lalu telah menginstruksikan jajarannya untuk membersihkan populasi ikan tersebut di seluruh wilayah ibu kota.
 
"Saya meminta bukan hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi (pembersihan)," kata Pramono saat memberikan keterangan pers di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, dilansir dari Antara, Minggu, 12 April 2026.

Ikan dari keluarga Loricariidae yang kerap disebut sebagai ikan pleco tersebut kerap dijuluki sebagai ikan invasif karena metode reproduksi yang efektif dan ketangguhannya dalam bertahan hidup. Dengan demikian, ikan yang berasal dari Amerika Selatan ini mengancam populasi ikan lokal lainnya.

Ikan ini juga kerap dikonsumsi masyarakat. Namun, berdasarkan pernyataan Pramono Anung, ikan yang hidup di sungai tercemar di Jakarta tersebut mengandung logam berbahaya berdasarkan hasil uji laboratorium sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.

“Ada timbalnya, ada macam-macamnya, dan itu benar-benar berbahaya bagi manusia kalau dikonsumsi,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Lantas, apakah klaim tersebut benar dan kandungan logam apa saja yang dimiliki oleh ikan tersebut? Simak pembahasannya berikut ini.

Kandungan Logam dalam Ikan Sapu-Sapu di Jakarta

Klaim bahwa ikan sapu-sapu dari perairan tercemar di Jakarta berbahaya untuk dikonsumsi telah dikonfirmasi oleh penelitian sebelumnya. Salah satu rujukan yang paling relevan adalah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi pada September 2019.

Penelitian tersebut ditulis oleh Laksmi Nurul Ismi, dkk. yang meneliti kandungan logam berat pada daging ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) asal sungai Ciliwung wilayah Jakarta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging ikan sapu-sapu mengandung 10 jenis logam, yaitu arsen (As), kadmium (Cd), kobalt (Co), krom (Cr), timah (Sn), mangan (Mn), merkuri (Hg), argentum/perak (Ag), timbal (Pb), dan zink (Zn).


Pterygoplichthys pardalis. (Jose María/inaturalist.org)

Dari seluruh logam tersebut, peneliti memberi perhatian khusus pada logam yang kadarnya melampaui ambang batas keamanan pangan, terutama arsen, kadmium, merkuri, dan timbal yang memiliki ambang batas konsumsi berdasarkan aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Peneliti menyimpulkan bahwa ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung wilayah Jakarta tidak layak dikonsumsi. Berikut rincian kandungan logam yang dicatat dalam penelitian tersebut:
 
Kandungan Logam Hasil Penelitian (mg/kg) Batas Acuan BPOM Keterangan
Arsen (As) 0,7 ± 0 0,25 Melebihi batas
Kadmium (Cd) 0,5 ± 0,2 0,1 Melebihi batas
Kobalt (Co) 3,8 ± 0 - Tidak dibandingkan
Krom (Cr) 2,3 ± 0,2 - Tidak dibandingkan
Timah (Sn) 10,1 ± 0,3 - Bukan fokus utama
Mangan (Mn) 10,1 ± 0,3 - Tidak dibandingkan
Merkuri (Hg) 0,3 ± 0,3 0,50 Di bawah batas
Argentum/Perak (Ag) 0,5 ± 0 - Tidak dibandingkan
Timbal (Pb) 2,2 ± 0,03 0,20 Melebihi batas
Zink (Zn) 61,8 ± 0,7 - Tidak dibandingkan
 
Baca Juga:
Bukan Asli Indonesia, dari Mana Asal Ikan Sapu-Sapu?

Ambang batas kandungan logam dalam konsumsi telah diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 5 Tahun 2018. Untuk kategori pangan ikan dan produk perikanan, batas maksimal yang diperbolehkan adalah:
  • Arsen: 0,25 mg/kg
  • Timbal (Pb): 0,20 mg/kg (kecuali ikan predator olahan seperti cucut, tuna, marlin sebesar 0,40 mg/kg)
  • Merkuri: 0,50 mg/kg (kecuali ikan predator olahan sebesar 1,0 mg/kg)
  • Kadmium: 0,10 mg/kg (kecuali ikan predator olahan sebesar 0,30 mg/kg)
     

Dampak Kesehatan Konsumsi Logam Berlebihan

Konsumsi logam berat secara berlebihan dapat menimbulkan dampak serius bagi tubuh. Mengacu pada informasi dari laman resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) berikut dampak bagi kesehatan konsumsi beberapa jenis logam:
  • Arsenik: Paparan jangka panjang dikaitkan dengan lesi kulit, gangguan saraf perifer, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker.
  • Kadmium: Cenderung menumpuk di ginjal dan tulang; paparan kronis dapat memicu gangguan ginjal dan penurunan kepadatan tulang.
  • Merkuri: Dapat merusak sistem saraf, pencernaan, imun, ginjal, kulit, dan mata, serta sangat berisiko bagi janin dan anak-anak.
  • Timbal: Racun kumulatif yang mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf, serta meningkatkan risiko hipertensi dan masalah kardiovaskular.
Risiko dari ikan yang terpapar logam berat bukan hanya keracunan akut, melainkan akumulasi jangka panjang yang dapat merusak organ tubuh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)