Sekolah Nasional Terintegrasi Dimulai untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam keterangan virtual yang diterima di Jakarta, Selasa (28/7/2026) ANTARA/HO-Bakom RI

Sekolah Nasional Terintegrasi Dimulai untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan

Achmad Zulfikar Fazli • 28 July 2026 12:34

Jakarta: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyebut baru sekitar empat persen kecamatan di Indonesia yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian mutu baik. Dalam menjawab keadaan itu, pemerintah memulai program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di 17 kabupaten/kota untuk tahun ajaran 2026-2027 demi memperkuat ekosistem pendidikan.

"SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan," jelas Qodari dalam keterangan tertulis, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.

Untuk tahun ajaran 2026-2027, SNT dimulai di 17 kabupaten/kota yang tersebar pada 13 provinsi. Yakni, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jambung Timur.

Dia menjelaskan penerimaan siswa baru untuk SNT dibuka untuk kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA. Pada tahap awal, pembelajaran menggunakan lokasi yang telah disiapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

"Sementara pembangunan kampus permanen terus berlangsung. Pendaftaran diprioritaskan bagi calon murid dari kabupaten atau kota tempat SNT berada," tutur Qodari.

Ilustrasi belajar mengajar di sekolah. Foto- dok Kemendikdasmen

SNT dirancang menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah melalui peningkatan kompetensi guru, berbagi praktik baik, pemanfaatan sumber belajar, serta kemitraan dengan sekolah-sekolah di sekitarnya.

SNT akan mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran. Siswa mengikuti kurikulum nasional melalui pendekatan pembelajaran mendalam berbasis sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika dan olahraga (STEM). Serta, memperoleh ruang lebih luas untuk mengembangkan karakter, minat, bakat dan talentanya.

Dia memastikan SNT melengkapi program pendidikan pemerintah lainnya, termasuk Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda.

"Masing-masing memiliki sasaran dan pendekatan yang berbeda, tapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara optimal," ujar Qodari.

(Achmad Zulfikar Fazli)