Pemerintah Masih Cek Lahan Lokasi Pembangunan Universitas Republik Indonesia

Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Pemerintah Masih Cek Lahan Lokasi Pembangunan Universitas Republik Indonesia

Fachri Audhia Hafiez • 23 July 2026 16:38

Jakarta: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI) belum dilakukan. Pemerintah masih melakukan pengecekan lahan.

"Ditunggu pembangunannya, masih dicek lahannya," kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
 


Prasetyo menjelaskan, URI disiapkan khusus oleh pemerintah untuk mencetak calon-calon pemimpin bangsa. Konsep kampusnya akan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang telah diterapkan di berbagai negara.

Ia mencontohkan Prancis yang memiliki École nationale d'administration (ENA) yang kini Institut National du Service Public (INSP) sebagai pencetak pejabat pemerintahan strategis.

"Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu," ujar Prasetyo. 


Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan Taufanto (kanan) memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Melalui skema pendidikan serupa, pemerintah berharap calon pemimpin di Indonesia dapat memiliki kombinasi kemampuan teknis yang andal sekaligus wawasan kebangsaan yang kokoh.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melantik Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore, 22 Juli 2026. Usai dilantik, Donny menegaskan bahwa pembentukan URI merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta melahirkan kepemimpinan masa depan Indonesia.

(Fachri Audhia Hafiez)