Ketahanan Finansial Jadi Kunci Jaga Dana Pendidikan hingga Lulus Kuliah

Ilustrasi. Foto: Pegadaian.co.id

Ketahanan Finansial Jadi Kunci Jaga Dana Pendidikan hingga Lulus Kuliah

Husen Miftahudin • 15 July 2026 11:50

Jakarta: Kenaikan biaya pendidikan tinggi menjadi tantangan bagi banyak keluarga dalam memastikan keberlangsungan studi hingga selesai. Persoalannya tidak lagi terbatas pada kemampuan membayar uang kuliah pada awal semester, tetapi juga menjaga kondisi keuangan selama masa pendidikan berlangsung.

Berdasarkan publikasi Statistik Penunjang Pendidikan 2024 Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata biaya pendidikan terus meningkat di setiap jenjang. Pada tingkat perguruan tinggi, rata-rata biaya pendidikan mencapai Rp19,01 juta per tahun ajaran. Sementara itu, rata-rata total biaya yang dikeluarkan peserta didik dari kelompok pengeluaran 20 persen tertinggi mencapai Rp24,42 juta per tahun ajaran.

Selain uang kuliah, mahasiswa juga harus memenuhi berbagai kebutuhan lain, seperti biaya hidup, tempat tinggal, transportasi, hingga perlengkapan penunjang perkuliahan selama empat hingga lima tahun masa studi.

Direktur Bisnis Individu merangkap Pelaksana Tugas Direktur Bisnis Korporasi IFG Life Fabiola Noralita mengatakan tantangan pendidikan di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga kemampuan menjaga ketahanan finansial.

"Ketika berbicara mengenai dana pendidikan, banyak yang masih berfokus pada berapa besar dana yang harus dikumpulkan. Padahal, tantangan yang sebenarnya adalah memastikan tujuan tersebut tetap dapat dicapai meskipun kondisi keuangan berubah," ujar Fabiola dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

"Banyak keluarga baru menyadari besarnya komitmen biaya pendidikan ketika anak sudah diterima di perguruan tinggi ketika idealnya perencanaan dilakukan jauh sebelum momen tersebut," tambah dia.
 

 

Perencanaan perlu disertai pengelolaan risiko


Menurut Fabiola, setiap tujuan keuangan jangka panjang, termasuk pendidikan, memerlukan dua fondasi utama, yakni membangun aset dan mengelola risiko.

Ia menilai literasi keuangan tidak cukup hanya memahami cara mengelola pendapatan, menabung, maupun berinvestasi. Masyarakat juga perlu memahami pentingnya membangun ketahanan finansial agar tujuan keuangan tetap dapat dicapai saat menghadapi kondisi yang tidak terduga.

"Literasi keuangan perlu berkembang dan bukan lagi berputar mengenai bagaimana mengelola pendapatan, menabung, atau berinvestasi. Literasi keuangan juga termasuk memahami pentingnya membangun ketahanan finansial. Dengan begitu, ketika menghadapi kondisi yang tidak diharapkan, masyarakat tidak harus mengorbankan tujuan-tujuan finansial yang telah dipersiapkan sejak lama," tambah dia.
 

Perlindungan finansial lengkapi perencanaan dana pendidikan


Fabiola menjelaskan, perlindungan finansial melalui asuransi dapat menjadi salah satu instrumen yang melengkapi perencanaan keuangan. Perannya bukan menggantikan tabungan atau investasi, melainkan membantu menjaga stabilitas keuangan ketika terjadi risiko yang memengaruhi kesehatan maupun kemampuan memperoleh penghasilan.

Dengan demikian, tujuan keuangan jangka panjang, termasuk pembiayaan pendidikan, tetap dapat diupayakan sesuai rencana. IFG Life terus mendorong peningkatan literasi keuangan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membangun ketahanan finansial pada setiap tahap kehidupan.

"Melalui perlindungan yang terjangkau dan menyeluruh, IFG Life berkomitmen menjadi mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas keuangan sekaligus membantu mewujudkan berbagai tujuan hidup, termasuk pendidikan, demi meningkatkan kualitas hidup," tegas Fabiola.


(Ilustrasi. Foto: Shutterstock via Lifepay)
 

Dana darurat hingga asuransi mesti jadi perencanaan pendidikan


IFG Life menilai momentum penerimaan mahasiswa baru setiap tahun menjadi pengingat pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan persiapan keuangan secara menyeluruh.

Selain menabung dan berinvestasi, penyusunan dana darurat serta strategi perlindungan terhadap risiko menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang dapat membantu menjaga keberlangsungan pendidikan hingga selesai.

Keberhasilan menyelesaikan pendidikan, menurut IFG Life, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik atau keberhasilan lolos seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga kesiapan finansial untuk mendukung proses belajar hingga tuntas.

(Husen Miftahudin)