Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)
Israel Lancarkan Serangan Baru ke Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan dengan AS
Willy Haryono • 11 July 2026 20:49
Beirut: Militer Israel pada Sabtu, 11 Juli 2026, melancarkan gelombang baru serangan udara di wilayah Lebanon selatan meski kedua negara telah menandatangani kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat bulan lalu.
Menurut laporan kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), sedikitnya tiga serangan udara menghantam kawasan al-Mashaa di Kota al-Mansouri, Distrik Tyre, Lebanon selatan.
Selain serangan udara, pasukan Israel juga dilaporkan meledakkan sejumlah rumah di Kota Houla yang berada di Distrik Nabatieh.
NNA juga melaporkan sebuah serangan drone Israel menyasar Kota Kfar Tebnit, meski belum ada rincian mengenai korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Serangan terbaru itu terjadi di tengah upaya implementasi kesepakatan kerangka yang ditandatangani Lebanon dan Israel pada akhir Juni melalui mediasi Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang masih diduduki serta pengambilalihan tanggung jawab keamanan oleh Angkatan Bersenjata Lebanon.
Namun hingga kini, proses implementasi kesepakatan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keberadaan pasukan Israel di sejumlah wilayah Lebanon selatan.
Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya.
Pasukan Israel juga masih mempertahankan kehadirannya di sejumlah wilayah Lebanon selatan yang sebagian telah diduduki selama puluhan tahun, sementara sebagian lainnya direbut selama konflik 2023–2024.
Dalam operasi militer terbaru, pasukan Israel dilaporkan telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
Baca juga: Delegasi AS Akan ke Lebanon untuk Implementasi Kesepakatan Israel-Hizbullah