Permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. (Anadolu Agency)
Tiga Anak Palestina Terluka dalam Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat
Willy Haryono • 2 June 2026 15:34
Nablus: Tiga anak Palestina terluka setelah kendaraan yang mereka tumpangi diserang sekelompok pemukim Israel di dekat permukiman Shilo, selatan Nablus, Tepi Barat yang diduduki.
Menurut sumber lokal, para pemukim melempari kendaraan tersebut dengan batu hingga menyebabkan korban luka.
Dilansir dari media TRT World, Selasa, 2 Juni 2026, sumber setempat menyebut keluarga korban berasal dari Kota Abwein, utara Ramallah. Ketiga anak yang terluka kemudian dilarikan ke pusat kesehatan di Kota Sinjil untuk mendapatkan perawatan medis.
Salah satu korban berusia 14 tahun mengalami cedera kepala setelah terkena lemparan batu. Sementara itu, dua anak lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan kaca kendaraan yang hancur saat serangan terjadi.
Lahan Pertanian dan Kebun Zaitun Dibakar
Dalam insiden terpisah, pemukim Israel membakar lahan pertanian milik warga Palestina di wilayah Ramallah dan Nablus. Kebakaran dilaporkan terjadi di area kebun zaitun yang berada di antara Kota Turmus Ayya dan Abu Falah, timur laut Ramallah.Sumber lokal mengatakan warga Palestina sempat menghadapi para pemukim dan memaksa mereka mundur dari lokasi. Namun, pasukan Israel kemudian memasuki kawasan tersebut dan disebut memberikan perlindungan kepada para pemukim.
Pasukan Israel juga dilaporkan menghalangi petugas pertahanan sipil untuk mencapai lokasi kebakaran dan memadamkan api. Akibatnya, lahan pertanian serta sejumlah pohon zaitun mengalami kerusakan.
Di Desa Duma, selatan Nablus, pemukim Israel kembali membakar lahan yang ditumbuhi pohon zaitun di dekat pintu masuk desa. Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah pohon milik warga setempat.
Sementara itu, para pemukim menggembalakan kawanan unta dan domba di lahan pertanian Palestina di timur Desa Taybeh dan Rammun, dekat Ramallah. Aktivitas tersebut menyebabkan kerusakan luas pada tanaman serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi para petani Palestina.
Israel disebut meningkatkan operasi dan tindakan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023. (Keysa Qanita)
Baca juga: Israel Setujui Perluasan Permukiman Ilegal di Jericho dan Lembah Yordania