Pariwisata Bantul Tak Terdampak Jalan Amblas Akibat Abrasi

Salah satu warga memotret kerusakan jalan alternatif yang menghubungkan Pantai Cangkring dan Pantai Tanggul Tirto, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 23 September 2026. ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Pariwisata Bantul Tak Terdampak Jalan Amblas Akibat Abrasi

Silvana Febiari • 24 September 2026 20:14

Bantul: Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan kerusakan jalan alternatif penghubung Pantai Cangkring dan Pantai Tanggul Tirto akibat abrasi tidak berdampak terhadap sektor pariwisata.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinpar Bantul Istiyani mengatakan jalan alternatif tersebut sehari-hari hanya dimanfaatkan warga setempat dan jarang dilalui wisatawan. Sebab, kondisinya relatif sempit.

“Jalannya kecil, hanya cukup untuk satu mobil saja. Selain itu, banyak ranting pohon. Jadi memang tidak semua wisatawan tahu adanya jalur tersebut,” kata Istiyani, dilansir dari Antara, Kamis, 24 September 2026. 


Wisatawan yang hendak berpindah objek wisata akan memilih melewati Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menjadi akses utama untuk menghubungkan kawasan pantai selatan sisi barat Bantul.

“Jadi, wisatawan kalau ingin berpindah destinasi ya lewat JJLS. Jarang sekali yang melewati jalan yang amblas itu,” ujarnya.

Pihaknya telah mengecek lokasi jalan yang rusak dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk mengusulkan perbaikan.

“Mungkin di anggaran tahun berikutnya akan diusulkan untuk perbaikan,” ucapnya.


Salah satu warga memotret kerusakan jalan alternatif yang menghubungkan Pantai Cangkring dan Pantai Tanggul Tirto, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 23 September 2026. ANTARA/Agung Dwi Prakoso


Sementara itu, Sekretaris Jogosegoro Satpol PP Kabupaten Bantul Wilayah IV Nugroho menjelaskan kejadian abrasi yang menyebabkan jalur tersebut longsor baru diketahui saat sejumlah personel SAR setempat patroli pada Selasa, 1 September 2026. 

“Kalau menurut kami, itu menjadi bagian dari abrasi Agustus dan awal September ini. Karena ada ombak laut yang besar terutama terjadi di Pantai Samas sampai Pantai Pandansimo,” paparnya.

Sebelum adanya JJLS, jalur tersebut dahulu menjadi akses utama wisatawan dari Pantai Cangkring menuju Pantai Tanggul Tirto maupun sebaliknya. Namun, jalur tersebut saat ini hanya digunakan oleh warga setempat.

“Setelah tahu ada kejadian itu, maka jalur ditutup karena takut membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

(Silvana Febiari)