Tiga Bulan Kekeringan, Tiga Pulau di Maluku Tengah Krisis Air Bersih

Ilustrasi krisis air. ANTARA FOTO/Seno/sgd (ANTARA FOTO/SENO)

Tiga Bulan Kekeringan, Tiga Pulau di Maluku Tengah Krisis Air Bersih

Silvana Febiari • 4 September 2026 23:13

Ambon: Ribuan warga di Pulau Ay, Pulau Sjahrir, dan Pulau Run, Kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, krisis air bersih akibat kekeringan dalam tiga bulan terakhir. Ketiga pulau kecil tersebut tidak memiliki sumber air permukaan yang memadai.

Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir mengungkapkan warga di tiga pulau itu selama ini mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak penampungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Beberapa bulan ini tidak turun hujan, makanya ketersediaan air mereka habis,” kata Zulkarnain, dilansir dari Antara, Jumat, 4 September 2026. 


Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah mengerahkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke tiga pulau tersebut. “Kami sudah kerahkan PDAM untuk memasok bantuan air bersih kepada warga di sana,” ucap Zulkarnain.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku juga telah turun ke lapangan untuk memasok air bersih bagi warga terdampak. Sejumlah anggota DPRD turut memberikan bantuan dalam penanganan krisis tersebut.

Ia menjelaskan penanganan krisis air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Penanganan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk komunitas sosial.

“BWS juga sudah turun dan action di lapangan, termasuk sejumlah anggota DPRD," ujarnya.


Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir. ANTARA/Winda Herman


Pasokan air bersih dari pemerintah dan pihak lainnya merupakan langkah jangka pendek untuk mengatasi krisis tersebut. Pemkab Maluku Tengah tengah menyiapkan solusi permanen agar warga tidak kembali mengalami krisis air saat musim kemarau.

“Untuk jangka panjang, kita juga sedang berpikir agar ke depan mereka punya pengolahan air sendiri, misalnya penyulingan air laut,” ungkap Zulkarnain.

(Silvana Febiari)