Konflik di Sudan berlangsung antara militer pemerintah dan pasukan RSF. (Anadolu Agency)
Serangan Drone RSF Hantam Kendaraan di Sudan, Lima Warga Sipil Tewas
Dimas Chairullah • 3 May 2026 11:55
Khartoum – Asosiasi Pengacara Darurat Sudan melaporkan bahwa lima warga sipil tewas dalam serangan drone yang diduga dilancarkan kelompok paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) di wilayah barat ibu kota Khartoum.
Menurut pernyataan resmi kelompok tersebut, serangan terjadi pada Sabtu pagi ketika sebuah kendaraan sipil yang melintas di Jalan Jumu’iyyah, kawasan pedesaan selatan Omdurman, menjadi sasaran.
Dikutip dari TRT World, Minggu, 3 Mei 2026, drone dilaporkan menghantam kendaraan yang datang dari wilayah Sheikh al-Siddiq di negara bagian Nil Putih. Kelima penumpang di dalam kendaraan tersebut dilaporkan tewas di lokasi kejadian.
Asosiasi Pengacara Darurat Sudan mengecam keras serangan itu dan menilainya sebagai bagian dari pola berulang penargetan warga sipil di jalan umum maupun kawasan permukiman.
Kelompok tersebut menegaskan bahwa tindakan semacam itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Mereka juga menuntut pertanggungjawaban penuh dari RSF atas hilangnya nyawa warga sipil yang tidak terlibat konflik.
Dalam pernyataannya, asosiasi menekankan pentingnya prinsip pembedaan antara sasaran sipil dan militer, serta menyebut serangan tersebut berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Kelompok hak asasi itu juga menyerukan penghentian segera terhadap serangan tanpa pandang bulu dan mendesak perlindungan lebih besar bagi warga sipil serta jalur-jalur transportasi umum.
Perang saudara Sudan yang telah berlangsung selama empat tahun terus memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Konflik tersebut diperkirakan telah menewaskan puluhan hingga ratusan ribu orang serta menyebabkan jutaan warga mengungsi.
Baca juga: Koordinator PBB Sebut Dunia Gagal Tangani Krisis Kemanusiaan di Sudan