Dolar AS. Foto: Xinhua.
Dolar AS Masih Keok Lawan Euro hingga Poundsterling
Husen Miftahudin • 2 May 2026 09:26
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) masih mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), di tengah harapan terobosan perdamaian konflik Timur Tengah.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 2 Mei 2026, indeks dolar yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,11 persen menjadi 98,157.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro menguat menjadi USD1,1731 dari USD1,1729 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3589 dari USD1,3583 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 157,02 yen Jepang, lebih tinggi dari 156,49 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,7811 franc Swiss dari 0,7819 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu kehilangan 1,3587 dolar Kanada dari 1,3612 dolar Kanada. Dolar AS jatuh menjadi 9,2172 kronor Swedia dari 9,2354 kronor Swedia.
| Baca juga: Dolar AS Melemah Tipis, Takluk Terhadap 6 Mata Uang Utama Dunia |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Iran ajukan proposal perdamaian baru
Media pemerintah Iran mengatakan Teheran telah mengajukan proposal perdamaian baru kepada mediator Pakistan. Tidak ada detail lain yang diberikan, tetapi berita tersebut memberikan dorongan bagi harapan de-eskalasi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Namun harapan itu sedikit pupus setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Iran hanya ingin membuat kesepakatan. "Saya tidak puas dengan itu, jadi kita lihat saja apa yang terjadi," ucap Trump.
"Saat ini, dalam hal negosiasi, kami melakukan semuanya melalui telepon. Mereka telah membuat kemajuan, tetapi saya tidak yakin apakah mereka akan berhasil," tambah Presiden.
Wall Street Journal melaporkan proposal revisi dari Teheran menghilangkan tuntutan langsung agar AS mengakhiri blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran.