Dolar AS. Foto: Xinhua/Liu Jie.
Dolar AS Melemah Tipis, Takluk Terhadap 6 Mata Uang Utama Dunia
Husen Miftahudin • 1 May 2026 09:15
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB) di tengah hari yang sibuk bagi bank sentral dunia.
Mengutip Xinhua, Jumat, 1 Mei 2026, indeks dolar yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,91 persen menjadi 98,054.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1729 dari USD1,1682 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3583 dari USD1,3483 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 156,49 yen Jepang, lebih rendah dari 160,32 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,7819 franc Swiss dari 0,7907 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga turun menjadi 1,3612 dolar Kanada dari 1,3681 dolar Kanada. Dolar AS merosot menjadi 9,2354 krona Swedia dari 9,3074 krona Swedia.
| Baca juga: Dolar AS Menguat saat Fed Tahan Suku Bunga |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Fed hingga ECB tahan suku bunga
Bank sentral AS Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya, seperti yang diperkirakan secara luas. Ketua Jerome Powell mengatakan prospek ekonomi tetap sangat tidak pasti dan konflik di Timur Tengah telah berkontribusi pada ketidakpastian tersebut.
Langkah itu diikuti oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) yang juga mengeluarkan keputusan suku bunga serupa. Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan tiga suku bunga kebijakan utamanya tetap stabil.
Mereka mengaku berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi ketidakpastian saat ini yang timbul dari melonjaknya harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. ECB menambahkan risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi telah meningkat.
ECB merasa masih ada rasa percaya diri yang tenang, dengan mengacu pada ketahanan ekonomi dalam beberapa kuartal terakhir dan ekspektasi inflasi jangka panjang yang tetap terkendali. Tetapi ada juga rasa khawatir yang meningkat seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah. Meskipun demikian, pernyataan ini tidak mengikat ECB untuk menaikkan suku bunga pada Juni mendatang.
Bank of England (BoE) juga mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya tetap stabil. Komite Kebijakan Moneter (MPC) bank sentral mengatakan inflasi telah lebih tinggi dari yang diprediksi pada Februari sebelum perang Iran dan kemungkinan akan lebih tinggi lagi pada akhir tahun ini.