Dolar AS. Foto: Freepik.
Dolar AS Menguat saat Fed Tahan Suku Bunga
Husen Miftahudin • 30 April 2026 08:28
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), di tengah sejumlah berita ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, termasuk keputusan Federal Reserve yang mempertahankan kebijakan utamanya.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis, 30 April 2026, indeks dolar yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, bertambah sebanyak 0,24 persen.
Adapun, berita ekonomi AS yang lebih baik dan mendukung penguatan dolar yakni terkait dengan data pembangunan perumahan Maret dan pesanan baru barang modal inti Maret.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah sebesar hingga lebih dari enam persen juga meningkatkan ekspektasi inflasi. Hal ini menjadi salah satu faktor hawkish bagi kebijakan moneter Fed, dan faktor positif bagi dolar.
Meningkatnya ketegangan AS-Iran juga meningkatkan permintaan dolar sebagai aset safe-haven. AS dan Iran terlibat dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz, dengan kedua pihak memblokir jalur air tersebut untuk mendapatkan pengaruh selama gencatan senjata yang berkepanjangan.
| Baca juga: Fed Masih Tahan Suku Bunga di Tengah Tekanan Harga Energi |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Fed tahan suku bunga
Bank Sentral Federal Reserve AS memutuskan untuk kembali mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada level 3,5 persen sampai 3,75 persen karena harga energi yang tinggi menambah tekanan inflasi.
"Indikator terkini menunjukkan aktivitas ekonomi telah berkembang dengan kecepatan yang solid. Penambahan lapangan kerja tetap rendah, rata-rata, dan tingkat pengangguran hampir tidak berubah dalam beberapa bulan terakhir. Inflasi meningkat, sebagian mencerminkan kenaikan harga energi global baru-baru ini," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan.
"Perkembangan di Timur Tengah berkontribusi pada tingkat ketidakpastian yang tinggi mengenai prospek ekonomi. Komite memperhatikan risiko bagi kedua belah pihak terkait mandat ganda yang diembannya," lanjut FOMC dalam pernyataan tersebut.
Dalam mempertimbangkan besaran dan waktu penyesuaian tambahan terhadap kisaran target suku bunga dana federal, komite akan dengan cermat menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko, kata komite tersebut. FOMC menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung lapangan kerja maksimal dan mengembalikan inflasi ke target dua persen.
Dari 12 anggota FOMC, 11 anggota memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah. Stephen Miran, yang memilih menentang tindakan tersebut, lebih memilih untuk menurunkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin pada pertemuan tersebut.