Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta. Foto: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
BPS: Jakarta Masuki Fase Penuaan Penduduk
Fachri Audhia Hafiez • 5 May 2026 21:44
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat wilayah Ibu Kota kini resmi memasuki masa penuaan penduduk (aging population). Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar-Sensus (Supas) 2025, proporsi penduduk lanjut usia (lansia) di Jakarta telah menyentuh angka 12,01 persen, melampaui ambang batas klasifikasi penuaan penduduk sebesar 10 persen.
"Hampir seluruh kabupaten/kota di DKI Jakarta telah mengalami penuaan penduduk. Kondisi ini menandakan perlunya kebijakan pemerintah yang ramah lansia," ujar Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Data BPS menunjukkan hampir seluruh wilayah administrasi di Jakarta sudah menunjukkan tren aging population, kecuali Kepulauan Seribu. Jakarta Pusat menempati urutan tertinggi dengan persentase 14,12 persen, disusul Jakarta Selatan (12,55%), Jakarta Timur (11,70%), Jakarta Barat (11,68%), dan Jakarta Utara (11,19%). Sementara itu, Kepulauan Seribu masih berada di angka 8,6 persen.
Selain tren penuaan, Kadarmanto menyoroti kenaikan rasio ketergantungan di Jakarta yang kini mencapai 40,34. Angka ini merangkak naik jika dibandingkan dengan hasil Sensus Penduduk 2010 sebesar 36,94 dan Sensus Penduduk 2020 sebesar 39,73.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Media Indonesia.
"Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif, menanggung sekitar 40 penduduk usia non-produktif," tutur Kadarmanto.
Meski rasio ketergantungan meningkat, BPS menekankan bahwa Jakarta masih berada dalam fase bonus demografi karena angka tersebut tetap bertahan di bawah 50 selama periode 2010-2025.
Secara kewilayahan, Jakarta Selatan mencatatkan rasio ketergantungan terendah sebesar 39,00, sedangkan rasio tertinggi berada di Kepulauan Seribu sebesar 45,81.