Bansos hingga Harga Emas, Ini 5 Berita Ekonomi yang Paling Dicari Pembaca

Ilustrasi penerima bansos. Foto: dok MI.

Bansos hingga Harga Emas, Ini 5 Berita Ekonomi yang Paling Dicari Pembaca

Ade Hapsari Lestarini • 30 August 2026 08:36

Jakarta: Sejumlah berita ekonomi menjadi perhatian pembaca Metrotvnews.com pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Topik yang paling banyak dibaca mencakup pencairan bantuan sosial (bansos), promo kebutuhan rumah tangga, pergerakan harga emas, rekrutmen relawan pajak, hingga inovasi material konstruksi.

Berikut lima berita ekonomi terpopuler di Metrotvnews.com:
 

1. Bansos Tahap 3 2026 Cair, Simak Jadwal dan Besaran Bantuannya


Penyaluran sejumlah program bantuan sosial (bansos) memasuki tahap ketiga pada periode Juli hingga September 2026. Program tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Baca selengkapnya di sini
 

2. Promo JSM Superindo 28-30 Agustus 2026, Cek Harga Sayur dan Daging


Ritel Superindo kembali menghadirkan promo Jumat, Sabtu, Minggu (JSM) yang menawarkan berbagai kebutuhan belanja dengan harga lebih terjangkau. Promo ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memenuhi stok kebutuhan rumah tangga sekaligus berbelanja makanan dan minuman.

Baca selengkapnya di sini


   

3. Harga Emas Turun Dipengaruhi SInyal Kebijakan The Fed yang Lebih Ketat


Harga emas turun pada Jumat, 28 Agustus 2026, setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengisyaratkan bahwa inflasi yang persisten mungkin mengharuskan suku bunga tetap tinggi lebih lama.

Baca selengkapnya di sini
 

4. DJP Buka Rekrutmen Relawan Pajak 2027, Mahasiswa dan Dosen Bisa Daftar


Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membuka rekrutmen relawan pajak untuk Negeri (Renjani) periode penggunaan 2027. Rekrutmen relawan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa, dosen, atau tenaga pendidik dari berbagai perguruan tinggi.

Baca selengkapnya di sini
 

5. Rumah Bisa Dibangun 21 Hari? Ini Inovasi Bata Interlock SIG Tahan Gempa


PT Semen Indonesia Tbk memperkenalkan Bata Interlock Presisi (BIP). Material konstruksi ini dikembangkan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 100 persen dan dirancang untuk mendukung pembangunan rumah secara lebih cepat, efisien, dan presisi.

Baca selengkapnya di sini

(Ade Hapsari Lestarini)