Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Emas Turun Dipengaruhi SInyal Kebijakan The Fed yang Lebih Ketat
Eko Nordiansyah • 29 August 2026 09:15
Chicago: Harga emas turun pada Jumat, 28 Agustus 2026, setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengisyaratkan bahwa inflasi yang persisten mungkin mengharuskan suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Hal ini memberikan tekanan pada logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (yield) tersebut, setelah sebelumnya sempat reli ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.
Dikutip dari Investing, Sabtu, 29 Agustus 2026, harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD4.560,37 per ons. Sementara Emas Berjangka AS turun 0,2 persen menjadi USD4.655,41.
Harga emas sempat mencapai level tertinggi tiga bulan di dekat USD4.700 per ons awal pekan ini, ketika kekhawatiran mengenai kebijakan fiskal AS dan langkah Departemen Keuangan untuk mendukung obligasi tenor panjang mendorong permintaan terhadap logam mulia ini.
Meski demikian, logam kuning ini diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan tipis setelah mengalami kenaikan selama tiga minggu berturut-turut.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Prospek pelonggaran kebijakan moneter memudar
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang merupakan tolok ukur inflasi pilihan The Fed, naik 3,7 persen dalam periode satu tahun hingga Juli. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga tahun ini.Pasar memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga sebesar 34 persen pada bulan September dan probabilitas 74 persen untuk kenaikan pada bulan Desember, menurut perangkat CME FedWatch.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik dibandingkan dengan investasi yang menghasilkan bunga.
Sinyal positif bagi emas
Harga emas baru-baru ini mendapat keuntungan dari penurunan imbal hasil dan pelemahan dolar, yang mengurangi biaya peluang untuk memegang logam tersebut serta membuatnya lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.Meskipun terjadi penurunan pada hari Jumat, kondisi pasar secara umum tetap mendukung harga emas. Emas telah mencatat kenaikan lebih dari 13 persen selama bulan Agustus.
Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik dua persen menjadi USD70,67 per ons. Sementara platinum naik 2,4 persen menjadi USD1.894,60 per ons.
Kontrak berjangka tembaga acuan di London Metal Exchange naik tipis 0,5 persen menjadi USD14.361,15 per ton, sedangkan kontrak berjangka tembaga AS naik 0,1 persen menjadi USD6,62 per pon.