Driver Ojol Diduga Dianiaya Aparat Keamanan, Kepala Dihantam Besi

Ilustrasi penganiayaan. Medcom

Driver Ojol Diduga Dianiaya Aparat Keamanan, Kepala Dihantam Besi

Siti Yona Hukmana • 9 February 2026 16:18

Jakarta: Seorang driver ojek online (ojol) diduga menjadi korban penganiayaan di wilayah Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). Pelaku penganiayaan diduga aparat keamanan.

Dugaan penganiayaan ini viral di media sosial Instagram. Dari unggahan yang beredar, penganiayaan dipicu kesalahpahaman tujuan pengantaran seorang perempuan ke lokasi terduga pelaku. Dalam unggahan Instagram, dinarasikan korban dipukul menggunakan besi hingga terluka di pelipis mata.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kasus ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, dini hari. Korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Kembangan.

"Jadi pengemudi ojek online itu sudah melaporkan tentang adanya penganiayaan, luka-luka yang ada di tubuh korban, dan ini sudah diterima laporan polisi, termasuk sudah dilakukan visum et repertum," kata Budi Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
 

Baca Juga: 

Aksi Klitih Bersenjata Tajam di Bantul Terekam CCTV, Enam Orang Ditangkap




Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Metrotvnews.com/Siti Yona

Budi menyebut penyidik masih memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti. Penanganan kasus dipastikan masih berjalan.

"Jadi seluruh laporan masyarakat terkait tentang peristiwa, apalagi ada korban, jangan dibiaskan. Polisi pasti profesional, prosedural, dan transparan. Makanya kami hadir hari ini akan menyampaikan update kepada rekan-rekan sekalian," ungkap Budi.

Dalam unggahan yang viral, disebutkan pelaku merupakan anggota Paspampres. Namun, Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres) Kolonel Inf Mulyo Junaidi membantahnya.

"Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma," kata Junaidi.

Pihak TNI langsung mencari kebenaran informasi penganiayaan itu. Kasus sepenuhnya ditangani Mabes TNI.

"Sudah kami klarifikasi, (terduga pelaku) Kapten Cpm Antoni Anggota Denma Mabes," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)