Kemarau Panjang, Polda Banten Kerahkan Water Cannon Suplai Air Bersih ke 55 Kecamatan

Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

Kemarau Panjang, Polda Banten Kerahkan Water Cannon Suplai Air Bersih ke 55 Kecamatan

Silvana Febiari • 4 August 2026 13:27

Serang: Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengerahkan bantuan pasokan air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang. Dari 155 kecamatan di Banten, sebanyak 55 kecamatan tercatat mengalami krisis air bersih.

"Kendaraan water cannon yang biasanya digunakan untuk mengatasi unjuk rasa, sekarang kita manfaatkan untuk membawa air bersih. Kami distribusikan kepada masyarakat bersama para kapolres dan instansi terkait di tingkat kabupaten maupun kota," kata Kepala Polda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026. 

Berdasarkan pantauan, wilayah dengan dampak kekeringan terparah tersebar di Kabupaten Lebak, serta sebagian wilayah Tangerang, Cilegon, dan Pandeglang. Dalam penyaluran bantuan, polisi memantau kebutuhan air bersih dari masyarakat melalui laporan di media sosial.
 



Selain armada water cannon, Polda Banten juga turut menyiagakan fasilitas kesehatan seperti ambulans. Tujuannya guna mengantisipasi masalah kesehatan warga di daerah terdampak.

Hengki juga membuka saluran komunikasi langsung bagi masyarakat yang desanya mengalami kekeringan untuk segera meminta bantuan pasokan air bersih melalui layanan panggilan darurat (Call Center) 110.

"Layanan Call Center 110 itu tidak hanya untuk aduan gangguan kamtibmas atau kejahatan, tetapi juga bagi masyarakat yang desanya membutuhkan air bersih. Informasikan ke 110 dan kami akan segera datang ke sana," ujarnya.


Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, di Serang, Banten. ANTARA/Desi Purnama Sari


Selain memastikan ketersediaan air bersih, Polda Banten melakukan langkah mitigasi musim kemarau dengan mengantisipasi potensi kebakaran.

Polisi telah mendirikan pos-pos terpadu untuk membantu penanganan krisis air. Patroli edukasi digencarkan agar masyarakat tidak membuka lahan atau membuang sampah dengan cara dibakar.

(Silvana Febiari)