Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.
Respons Pramono Soal Jakarta Duduki Posisi Kedua Kota Teraman di ASEAN
Anggi Tondi Martaon • 7 April 2026 12:23
Jakarta: DKI Jakarta menjadi kota teraman kedua se-ASEAN berdasarkan Global Residence Index edisi 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui terkejut dengan capaian tersebut.
“Itu saya sebenarnya juga surprise. Jakarta yang selama ini selalu di bawah Bangkok, Manila dan Kuala Lumpur, sekarang Jakarta posisi kedua, setelah Singapura,” kata Pramono dikutip dari Antara, Selasa, 7 April 2026.
Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, pencapaian tersebut bisa diraih karena pada beberapa momen besar keagamaan yang lalu. Ibu Kota mampu menjaga keamanan dan keharmonisan.
“Alhamdulillah menunjukkan kuatnya keberagaman yang ada di Jakarta. Itu juga menjadi etalase atau simbol tentang Jakarta sendiri,” ujar Pramono.
Eks Sekretaris Kabinet (Seskab) itu pun menekankan agar keamanan dan kenyamanan di Jakarta dapat terus dijaga dan ditingkatkan bersama-sama.
Sebelumnya diketahui, Jakarta berhasil mengungguli berbagai kota besar di ASEAN, seperti Manila, Bangkok, dan Kuala Lumpur sebagai kota teraman.
.jpg)
Ilustrasi DKI Jakarta. Foto: Medcom.id.
Adapun urutan pertama diduduki oleh Singapura dengan skor 0,90. Sedangkan posisi kedua ditempati Jakarta dengan skor 0,72.
Kemudian di urutan ketiga ada Bangkok dengan skor 0,65, disusul Vientiane dengan skor 0,61, Hanoi dengan skor 0,60 dan Kuala Lumpur dengan skor 0,57.
Berikut adalah beberapa indikator dalam menentukan skor keamanan sebuah kota menurut Global Residence Index:
Numbeo Index: Mengukur persepsi keamanan publik dari warga, meliputi risiko kejahatan, pencurian, dan serangan fisik.
- Homicide rate (city & country): Tingkat pembunuhan per kapita, baik di tingkat kota maupun negara,
- Global Peace Index: Menilai tingkat kedamaian nasional berdasarkan beberapa faktor, seperti konflik internal atau eksternal, keamanan masyarakat, dan tingkat militerisasi.
- Security Risk: Risiko keamanan umum, misalnya ancaman terorisme, stabilitas sosial, atau kriminalitas berat.
- Political Risk: Stabilitas politik dan risiko ketidakpastian pemerintahan.
- Natural Disaster Risk: Potensi risiko bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, badai, dan lainnya.
- Road Traffic Death Rate: Tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas (mencerminkan keselamatan transportasi).
- Natural Disasters Death Rate: Jumlah (aktual) kematian akibat bencana alam.
- Major Conflict Death Rate: Tingkat kematian akibt konflik besar di wilayah tersebut.