Rupiah Sore Ini ke Posisi Rp17.667/USD

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Rupiah Sore Ini ke Posisi Rp17.667/USD

Ade Hapsari Lestarini • 18 May 2026 17:06

Jakarta: Mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin sore turun. Rupiah masih berada di level Rp17.600-an per USD.

Mengutip data Bloomberg, Senin, 18 Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup ke level Rp17.667 per USD dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.659 per USD.

Mata uang Garuda tersebut turun 71 poin atau setara 0,40 persen dibandingkan pembukaan perdagangan pagi.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah juga turun ke posisi Rp17.648 per USD dibandingkan pembukaan sebelumnya di level Rp17.491 per USD. Rupiah turun 188 poin atau setara 1,08 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah turun dari perdagangan Rabu, 13 Mei 2026 menjadi Rp17.666 per USD.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
 

 

Pertemuan Xi dan Trump


Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah seiring hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping tak banyak membahas solusi terkait perang AS-Iran.

“Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global pada hari Jumat (15/5), dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua aset, termasuk obligasi, saham, crypto, dan mata uang oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan Xi dan Trump, Tiongkok menganjurkan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali dengan mempertahankan gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong perdamaian dan memfasilitasi perundingan, dan akan terus memainkan perannya untuk mendorong perang segera mereda serta memulihkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Meski begitu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, upaya mediasi yang dipimpin Pakistan dengan AS belum gagal, tetapi menghadapi “jalan yang sangat sulit”, dengan alasan ketidakpercayaan terhadap Washington dan pesan-pesan Amerika yang kontradiktif.

Araghchi mengatakan, Iran tetap berkomitmen pada diplomasi meski apa yang digambarkannya sebagai gencatan senjata yang “goyah” setelah perang baru-baru ini yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)