Ratusan TKI di Iran Dipantau Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla. Metrotvnews.com/ Triawati

Ratusan TKI di Iran Dipantau Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

Triawati Prihatsari • 6 March 2026 15:59

Solo: Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) masih mendata jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Timur Tengah. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima, terdapat ratusan TKI yang bekerja di wilayah Timur Tengah, khususnya di Iran.

"Kalau yang di Iran konfirmasinya itu kurang lebih sekitar itu. Kita masih terus mendata ini. Terakhir kurang lebih sekitar seratusan," ujar Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, usai bertemu dengan Presiden ke-7 Joko Widododi Solo, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia memastikan kementerian terus mengawasi dan memantau perkembangan para pekerja di Timur Tengah. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.
 


"Ya, yang Timur Tengah ini kita pantau terus. Kemarin kita sudah sebar hotline masing-masing KBRI. Kita juga dengan teman-teman Kemenlu terus lakukan koordinasi dengan kawan-kawan penggiat yang ada di luar," ujar Dzulfikar. 

Ia mengatakan, Indonesia memiliki banyak pekerja yang ditempatkan di beberapa negara dengan jumlah yang besar. Ia berharap kondisi di Timur Tengah segera membaik dan persoalan dapat segera diselesaikan.


Ilustrasi - Serangan AS dan Israel ke Iran pada 2026. ANTARA/Dokumentasi Pribadi


Di sisi lain, dia memastikan para pekerja dalam kondisi baik hingga saat ini. Menurutnya, beberapa pekerja bahkan mengungsi di tempat rekan mereka

"Karena di beberapa negara-negara yang penempatan kita tinggi, banyak itu juga lumayan komunitas-komunitas PMI yang terbentuk terus koordinasi kita. Kita berharap eskalasinya cepat menurun, cepat selesai. Tapi jika kemudian eskalasinya semakin meningkat, setiap hari semakin meningkat, ya tentu Pemerintah Indonesia yang dalam hal ini menjadi penanggung jawab adalah Kemenlu dan kita sebagai kementerian teknis harus bersiap 24 jam," imbuh Dzulfikar.

Sejauh ini, belum ada pekerja yang dipulangkan akibat kondisi di Timur Tengah. "Beberapa belum, tapi dengan kondisi yang masih terus terpantau terus. Syukurnya teman-teman terus berkoordinasi dengan KBRI. Kita cek, nanti kita cek dulu," beber Dzulfikar. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)