Asap dari serangan AS dan Israel di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Anadolu Agency)
Konflik AS-Israel vs Iran: Oman Tegaskan Pintu Diplomasi Masih Terbuka
Muhammad Reyhansyah • 2 March 2026 15:04
Muscat: Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad al-Busaidi mengatakan bahwa “pintu diplomasi masih terbuka” di tengah berlanjutnya konflik usai serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Ia mendesak agar perundingan antar pihak bertikai segera dilanjutkan, dan memperingatkan agar harapan perdamaian tidak ditinggalkan.
Serangan gabungan AS dan Israel terjadi beberapa hari setelah Washington dan Teheran menyelesaikan negosiasi program nuklir.
"Saya ingin menegaskan satu hal, pintu diplomasi tetap terbuka. Pembicaraan di Jenewa telah membuahkan kemajuan nyata menuju kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Iran dan Amerika Serikat,” kata al-Busaidi dalam unggahannya di platform X, seperti dikutip Anadolu, Senin, 2 Maret 2026
Ia menambahkan bahwa konflik yang sedang berlangsung tidak boleh menghapus harapan akan perdamaian.
"Perang seharusnya tidak berarti bahwa harapan akan perdamaian telah padam. Saya masih percaya pada kekuatan diplomasi untuk menyelesaikan konflik ini. Semakin cepat pembicaraan dilanjutkan, maka akan semakin baik bagi semua pihak," tegas al-Busaidi.
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, saat negosiasi antara Teheran dan Washington masih berlangsung. Oman selama ini berperan sebagai mediator dalam pembicaraan tersebut.
Sebelumnya, Israel dan AS juga melakukan serangan terhadap Iran pada Juni 2025 di tengah putaran perundingan Iran-AS lainnya yang dimediasi oleh Oman.
Baca juga: Menlu Oman Sebut Iran Berjanji Tak Akan Pernah Miliki Senjata Nuklir