Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Begini Peran APBN dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Husen Miftahudin • 27 October 2026 14:06
Jakarta: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui belanja negara, insentif pajak, dan dukungan investasi, APBN membantu pembangunan dan mendorong kegiatan ekonomi.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), APBN tidak hanya berfungsi sebagai shock absorber atau peredam guncangan ekonomi, tetapi juga sebagai agent of development yang mendukung pertumbuhan dan pelaksanaan prioritas pembangunan. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi membutuhkan investasi yang lebih kuat.
"Untuk tahun depan kita memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai enam persen, dengan investasi yang perlu tumbuh di sekitar tujuh persen. Kalau bisa lebih. Ini menjadi PR yang sangat besar. Karena itu kemudian berbagai macam elemen di dalam pembangunan kita harus bersinergi, harus bekerja sama," kata Suahasil seperti dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Selasa, 27 Oktober 2026.
Jaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan
Sebagai shock absorber, APBN membantu menjaga perekonomian ketika menghadapi tekanan, seperti lonjakan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global. Peran ini dilakukan melalui dukungan terhadap daya beli masyarakat, bantuan sosial, subsidi, dan kegiatan ekonomi lainnya.
Sementara itu, sebagai agent of development, APBN digunakan untuk mendukung pembangunan dan mendorong kegiatan ekonomi yang produktif. Pemerintah mengarahkan belanja negara agar memberikan manfaat lebih luas, termasuk melalui dukungan terhadap konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.
Kemenkeu juga menjelaskan APBN berperan sebagai fiscal enabler, yaitu mendukung program prioritas pembangunan sekaligus menciptakan kondisi yang mendorong dunia usaha dan investasi.

(Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: dok MI)
Investasi jadi kunci pertumbuhan ekonomi
Menurut Kemenkeu, investasi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi. Pada semester I-2026, pertumbuhan investasi tercatat sebesar 6,87 persen.
Pemerintah menilai peningkatan investasi masih diperlukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen pada 2027. Untuk itu, pemerintah mendorong sinergi antara APBN, Danantara, dan sektor swasta.
Danantara diharapkan dapat menjadi investment catalyst atau katalis investasi dengan menggabungkan kemampuan negara melalui badan usaha milik negara dan peran sektor swasta dalam mendukung investasi strategis.
Sektor swasta juga berperan melalui investasi dan pengembangan usaha. Kerja sama ini mendukung program prioritas, seperti ketahanan energi dan pangan, pengolahan sumber daya alam, serta pengembangan industri.
Kemenkeu menyebut sejumlah sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti infrastruktur digital, elektrifikasi, sumber daya alam, industri manufaktur, industri hulu, ketahanan pangan, dan energi terbarukan.
Pengembangan sektor tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, produktivitas tinggi, infrastruktur memadai, aturan yang jelas, ekonomi yang stabil, serta biaya pembiayaan yang terjangkau.
Selain mendorong pertumbuhan, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan APBN. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah merancang defisit anggaran sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Belanja negara difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan infrastruktur. Pemerintah juga menekankan efisiensi dan ketepatan penggunaan anggaran agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Sinergi kebijakan untuk pertumbuhan berkelanjutan
Hubungan APBN dengan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada besarnya belanja pemerintah, tetapi juga pada penggunaan anggaran yang tepat dan dukungan terhadap investasi produktif.
Melalui belanja, pajak, dan dukungan bagi sektor prioritas, APBN diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kemampuan produksi nasional.