Klaim Rakyat Tak Beri Dukungan, Pemimpin Oposisi Israel Desak Netanyahu Mundur

Pemimpin oposisi Israel Gadi Eisenkot menyatakan karier politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berakhir. Foto: EPA

Klaim Rakyat Tak Beri Dukungan, Pemimpin Oposisi Israel Desak Netanyahu Mundur

Muhammad Reyhansyah • 28 October 2026 11:39

Tel Aviv: Pemimpin oposisi Israel Gadi Eisenkot menyatakan karier politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berakhir dan mendesaknya mundur dari dunia politik. 

Eisenkot menilai para pemilih telah menolak kelanjutan kepemimpinan Netanyahu dan memperingatkannya agar tidak memanfaatkan keamanan Israel demi kepentingan politik.

Berbicara kepada para pendukungnya di markas Partai Yashar di Tel Aviv, Rabu, 28 Oktober 2026, Eisenkot mengatakan, rakyat Israel menginginkan perubahan. Ia berjanji bekerja sama dengan mitra politiknya untuk membentuk pemerintahan yang mewakili seluruh lapisan masyarakat.

"Merupakan kesalahan jika menggelar pemilihan lagi, dan menjadi kewajiban saya untuk melakukan segala yang mungkin demi mewujudkan kehendak rakyat," kata Eisenkot, dikutip dari Anadolu.

Meski mengakui hasil akhir pemilihan belum diumumkan, Eisenkot mengatakan Netanyahu telah menghadapi mayoritas Zionis yang lebih besar dan kuat yang menentang kelanjutan kekuasaannya.

Ia juga menyampaikan peringatan langsung kepada Netanyahu. "Jangan berani menggunakan keamanan Israel demi kepentingan politik Anda," ujarnya.

Eisenkot turut meminta para pimpinan lembaga keamanan mengingat bahwa Netanyahu saat ini memimpin pemerintahan sementara. Ia menegaskan tanggung jawab mereka adalah melayani kepentingan masyarakat.

"Ingatlah bahwa Anda hanya melayani kepentingan warga Israel," kata Eisenkot sembari mendesak para pimpinan keamanan agar tidak tunduk pada tekanan dan menyatakan dukungannya kepada mereka.

Eisenkot menyatakan era perpecahan dan hasutan telah berakhir. Ia juga berjanji membentuk pemerintahan Zionis yang berfokus pada kewajiban dinas militer.

Persaingan Kursi Parlemen

Pernyataan Eisenkot disampaikan ketika hasil jajak pendapat keluar menunjukkan persaingan ketat antara blok oposisi dan kubu Netanyahu.

Proyeksi terbaru Channel 13 menempatkan blok Netanyahu dan blok oposisi yang dipimpin Eisenkot sama-sama memperoleh 51 kursi di Knesset. Sementara itu, partai-partai Arab diproyeksikan meraih 18 kursi dari total 120 kursi parlemen Israel.

Sebelumnya, Channel 12 memproyeksikan blok Eisenkot memperoleh 52 kursi, sedangkan blok Netanyahu meraih 50 kursi. Dalam kedua proyeksi tersebut, tidak ada blok yang mencapai 61 kursi, jumlah minimum untuk memperoleh mayoritas di parlemen.

Channel 12 juga melaporkan bahwa Presiden Israel Isaac Herzog diperkirakan akan menugaskan Eisenkot membentuk pemerintahan berikutnya. Namun, keputusan itu akan bergantung pada hasil resmi pemilihan dan rekomendasi dari partai-partai yang memiliki perwakilan di parlemen.

Menurut Komite Pemilihan Umum Pusat Israel, tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7%. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak 1999 dan meningkat 7,1 poin persentase dibandingkan pemilihan 2022.

Pemungutan suara ditutup pada Selasa pukul 22.00 waktu setempat, kemudian penghitungan suara dimulai. Hasil resmi pemilihan dijadwalkan diumumkan pada 4 November.

(Fajar Nugraha)