Trump Klaim Kemajuan Isu Rusia-Ukraina, Pertemuan Putin-Zelensky Segera Diatur

Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)

Trump Klaim Kemajuan Isu Rusia-Ukraina, Pertemuan Putin-Zelensky Segera Diatur

Willy Haryono • 28 October 2026 18:27

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pertemuan yang melibatkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan diatur dalam waktu dekat.

Di saat yang sama, Trump tidak menutup kemungkinan serangan tambahan AS terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu pekan depan.

Berbicara kepada wartawan setelah kembali dari rangkaian kampanye di Texas pada Rabu dini hari, Trump mengatakan telah membahas kedua konflik tersebut bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.

"Saya pikir kami membuat banyak kemajuan terkait Rusia dan Ukraina. Sebuah pertemuan akan segera diatur," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu, 28 Oktober 2026.

Ketika ditanya siapa yang akan menghadiri pertemuan tersebut, Trump menjawab, "Presiden Putin dan Presiden Zelensky." Namun, ia tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai waktu, lokasi, maupun format pertemuan.

Moskow dan Kyiv terakhir kali menggelar perundingan damai yang dimediasi AS pada awal tahun ini. Tiga putaran pembicaraan berlangsung pada Januari dan Februari di Abu Dhabi serta Jenewa.

Pertemuan langsung antara kedua presiden akan menjadi yang pertama sejak perang Rusia-Ukraina dimulai pada 2022.

Trump Tak Tutup Kemungkinan Serangan Baru ke Iran

Beralih ke Iran, Trump mengklaim Teheran ingin mencapai kesepakatan dengan Washington, tetapi menunda perundingan, kemungkinan hingga pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

"Saya pikir posisi kami terhadap Iran sangat baik. Pertanyaannya adalah, kapan saya ingin mengakhirinya?" ujar Trump, mengulangi pandangannya mengenai konflik tersebut.

Ketika ditanya apakah AS berencana melancarkan serangan tambahan terhadap Iran setelah pemilu, Trump tidak memberikan jawaban pasti. "Segala sesuatu mungkin terjadi, tetapi saya tidak bisa memberi tahu Anda," katanya.

Perang antara Washington dan Teheran bermula dari serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut memicu konflik yang meluas ke sejumlah wilayah di kawasan.

Hingga saat ini, konflik belum sepenuhnya terselesaikan meski telah ada gencatan senjata dan kesepakatan untuk merampungkan perjanjian damai.

Baca juga: Zelensky Curigai Kesiapan Putin Berunding sebagai Trik Politik

(Willy Haryono)