Mahasiswa Didorong Kuasai Keterampilan Bisnis dan Teknis

Ilustrasi pembelajaran berbasis teknologi informasi dan sistem siber-fisik sebagai gambaran program International Joint Degree konsentrasi Industrial Informatics Universitas Prasetiya Mulya dan UGM. (Dok. Envato)

Mahasiswa Didorong Kuasai Keterampilan Bisnis dan Teknis

Achmad Zulfikar Fazli • 14 October 2026 18:30

Tangerang: Mahasiswa didorong agar mampu menggabungkan pendekatan bisnis dengan penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini penting agar mahasiswa dapat bekal yang cukup untuk menghadapi industri kerja.

Untuk mencetak mahasiswa yang memiliki kemampuan bisnis kuat sekaligus keterampilan teknis, Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan program International Joint Degree konsentrasi Industrial Informatics untuk jenjang sarjana.

Program ini menggabungkan pembelajaran teknologi informasi, kecerdasan artifisial, dan bisnis melalui perkuliahan di kedua perguruan tinggi. Perkuliahan perdana dijadwalkan mulai pada Agustus 2027.

Program yang diselenggarakan School of STEM Universitas Prasetiya Mulya bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM ini berlangsung selama empat tahun dengan total 144 satuan kredit semester (SKS).

"School of STEM Universitas Prasetiya Mulya mengedepankan kekuatan stempreneurship (bisnis yang digerakkan oleh STEM). Pendekatan ini kami rancang untuk mencetak lulusan dengan DNA bisnis yang kuat, sekaligus memiliki penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Dekan Fakultas STEM Universitas Prasetiya Mulya, Permata Nur, dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.
 


Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti skema perkuliahan 1-2-1, yakni satu tahun pertama di Kampus Universitas Prasetiya Mulya di BSD City, dua tahun di UGM, Yogyakarta, dan satu tahun terakhir kembali ke Universitas Prasetiya Mulya.

Pada tahun pertama, mahasiswa mempelajari dasar-dasar rekayasa perangkat lunak dan bisnis. Selanjutnya, selama dua tahun di UGM, mereka mendalami ilmu komputer, kecerdasan artifisial, dan sistem siber-fisik. Pada tahun terakhir, mahasiswa mengikuti program Cooperative Education (Co-Op) di perusahaan mitra sekaligus menyelesaikan tugas akhir.

Melalui skema tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman akademik di dua perguruan tinggi sekaligus pengalaman kerja di perusahaan. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka mendapatkan dua ijazah dan dua transkrip akademik dari Universitas Prasetiya Mulya dan UGM, dengan gelar Sarjana Komputer (S.Kom) atau Bachelor of Computer Science (B.C.S).

“Kolaborasi dengan FMIPA UGM memperkaya dimensi akademik dan riset dalam ekosistem pembelajaran kami," ujar Permata.

Ilustrasi pembelajaran berbasis teknologi informasi dan sistem siber-fisik sebagai gambaran program International Joint Degree konsentrasi Industrial Informatics Universitas Prasetiya Mulya dan UGM. (Dok. Envato)

Sementara itu, Dekan FMIPA UGM Reza Pulungan menilai kerja sama tersebut memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui penggabungan riset akademik dan pendekatan industri. Sehingga, mahasiswa dapat pendidikan yang lebih relevan dengan tantangan masa depan.

“Dengan menggabungkan kekuatan riset FMIPA UGM dan pendekatan industri yang dimiliki Universitas Prasetiya Mulya, kami berharap mahasiswa memperoleh kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi peneliti, inovator, maupun profesional yang mampu menciptakan dampak bagi perkembangan sains, teknologi, dan industri." kata Reza.

Dari sisi kurikulum, program ini mengacu pada standar internasional Software Engineering Body of Knowledge (SWEBOK) dan Association for Computing Machinery Computer Science Curricula 2023 (ACM CS2023).

Selain berfokus pada rekayasa perangkat lunak, pembelajaran mengintegrasikan teknologi informasi (information technology/IT) dan teknologi operasional (operational technology/OT). Mahasiswa juga berkesempatan mendalami bidang Industrial AI dan Data Engineering serta mengikuti Co-Op penuh waktu di perusahaan manufaktur maupun teknologi.

Lulusan program ini diproyeksikan dapat mengisi sejumlah posisi, antara lain Industrial Software Engineer, Industrial Data Specialist, Cyberphysical & Infrastructure Engineer, dan Digital Technopreneur. Selain memasuki dunia kerja, mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktor.

(Achmad Zulfikar Fazli)