Netanyahu Tegaskan Kendali Militer Israel atas Kamp Pengungsi di Tepi Barat

Pasukan Israel dalam operasi darat di Tepi Barat. (Anadolu Agency)

Netanyahu Tegaskan Kendali Militer Israel atas Kamp Pengungsi di Tepi Barat

Willy Haryono • 14 October 2026 12:49

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pada Selasa, 13 Oktober 2026, bahwa pasukan Israel akan tetap menguasai wilayah Tepi Barat bagian utara yang diduduki.

Ia juga menolak pemulangan warga Palestina yang mengungsi dari kamp-kamp pengungsi di kawasan tersebut.

Mengutip Anadolu, pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat mengunjungi kawasan dekat kamp pengungsi Tulkarm bersama Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dan sejumlah pejabat senior militer. Kunjungan itu terlihat dalam video yang dirilis kantornya.

Netanyahu menyebut kamp tersebut sebagai “basis teroris” dan mengklaim pasukan Israel telah membersihkannya atas perintah pemerintahannya.

Menanggapi putusan terbaru Mahkamah Agung Israel mengenai pemulangan warga Palestina yang mengungsi, Netanyahu mengatakan, “Mereka bukan penduduk, melainkan teroris.”

Ia menegaskan militer Israel akan tetap menguasai wilayah tersebut dan menolak kehadiran pasukan militer Arab di sebelah barat Sungai Yordan.

Pada Minggu, Mahkamah Agung Israel memerintahkan pemerintah menyusun jadwal langkah-langkah yang diperlukan untuk memungkinkan warga Palestina yang mengungsi kembali ke rumah mereka di kamp pengungsi Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams. Pengadilan juga meminta pemerintah mengkaji cara untuk mempercepat pemulangan mereka.

Diketahui pasukan Israel telah mencegah ribuan warga Palestina yang mengungsi dari ketiga kamp tersebut sejak awal 2025 untuk kembali ke rumah mereka.

Netanyahu juga memperingatkan kemungkinan konfrontasi dengan pasukan keamanan Otoritas Palestina. Ia menyebut pasukan tersebut berpotensi mengarahkan senjata mereka ke Israel menjelang pemilu.

Ia mengklaim militer Israel telah menyiapkan respons untuk menghadapi skenario tersebut dan memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menantang pasukan Israel.

Dalam beberapa pekan terakhir, Netanyahu semakin menitikberatkan isu keamanan dalam kampanyenya. Ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang paling mampu menghadapi berbagai ancaman, sementara tokoh-tokoh oposisi menuduhnya memanfaatkan ketakutan publik demi kepentingan politik. (Razaqa Hariz)

Baca juga: 47 Keluarga Palestina Diminta Tinggalkan Rumah di Tepi Barat usai Blokade Israel

(Willy Haryono)